iPhone 17 Laris Manis di Asia, Apple Kerek Proyeksi Pendapatan



KONTAN.CO.ID - Apple memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan pasar pada kuartal Maret, didorong oleh lonjakan permintaan iPhone serta pemulihan signifikan penjualan di China dan percepatan permintaan di India.

Pada Kamis (29/1/2026), Apple memperkirakan pendapatan kuartal fiskal kedua akan tumbuh sekitar 13%–16% secara tahunan, melampaui ekspektasi analis yang berada di kisaran 10%, menurut data LSEG.

Proyeksi optimistis ini menyusul kinerja kuartal liburan yang juga melampaui perkiraan pasar.


Baca Juga: Taiwan Rampungkan Uji Coba Bawah Laut Perdana Kapal Selam Produksi Dalam Negeri

CEO Apple Tim Cook mengatakan permintaan terhadap iPhone terbaru “sangat luar biasa”.

Menurutnya, lini iPhone 17 berhasil mendorong penjualan di berbagai pasar utama pada kuartal fiskal pertama yang berakhir 27 Desember, sekaligus meredakan kekhawatiran investor soal potensi stagnasi penjualan perangkat keras.

Saham Apple sempat melonjak 3,5% pada perdagangan setelah jam bursa, sebelum memangkas penguatan dan ditutup naik sekitar 0,8%.

Meski demikian, Apple mengakui masih menghadapi kendala pasokan prosesor yang berdampak pada produksi iPhone.

“Saat ini kami mengalami keterbatasan pasokan, dan sulit memprediksi kapan keseimbangan antara pasokan dan permintaan akan tercapai,” ujar Cook dalam konferensi analis. Chip Apple diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC).

Cook menambahkan fleksibilitas rantai pasok Apple kini lebih terbatas dari biasanya, sebagian akibat meningkatnya permintaan iPhone.

Baca Juga: Perdagangan Emas Thailand Diawasi Ketat, Dampak dari Penguatan Baht

Pada kuartal fiskal pertama, pendapatan iPhone melonjak menjadi US$85,27 miliar, jauh di atas perkiraan analis sebesar US$78,65 miliar.

Apple mencatat rekor penjualan iPhone di seluruh wilayah geografis, menandakan permintaan yang kuat meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Secara keseluruhan, Apple membukukan pendapatan kuartalan sebesar US$143,8 miliar, naik 16% dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui estimasi pasar sebesar US$138,48 miliar.

Laba per saham mencapai US$2,84, lebih tinggi dari konsensus US$2,67. Apple juga menyebut basis perangkat aktifnya kini mencapai 2,5 miliar unit.

Tekanan Margin dari Kelangkaan Chip Memori

Apple memperkirakan margin kotor pada kuartal kedua berada di kisaran 48%–49%. Pada kuartal pertama, margin kotor tercatat 48,2%, melampaui panduan perusahaan maupun ekspektasi analis.

Namun, Cook mengingatkan bahwa kelangkaan chip memori diperkirakan akan lebih menekan margin pada kuartal mendatang.

Baca Juga: Trump Gugat IRS dan Departemen Keuangan AS US$10 Miliar Terkait Kebocoran SPT Pajak

Kelangkaan global chip memori, khususnya DRAM, mulai berdampak luas pada industri elektronik konsumen.

Produsen besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix memperingatkan bahwa perusahaan ponsel pintar dan komputer akan terdampak paling besar akibat memburuknya pasokan, seiring pergeseran prioritas produksi ke kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

Meski demikian, Cook mencatat iPhone berhasil merebut pangsa pasar dari perangkat Android selama musim liburan, yang dinilai dapat membantu Apple bertahan di tengah ketatnya pasokan chip memori.

China dan India Jadi Motor Pertumbuhan

Penjualan Apple di wilayah China Raya melonjak 38% secara tahunan menjadi US$25,53 miliar, jauh melampaui perkiraan pasar.

Cook menyebut iPhone mencetak rekor penjualan di China, dengan iPhone 17 mendorong pertumbuhan dua digit jumlah pengguna yang beralih dari Android.

Baca Juga: Polisi Vietnam Sita Berton-Ton Kopi Palsu Berbahan Kedelai

Di sisi lain, segmen wearable, perangkat rumah, dan aksesori mencatat penjualan US$11,49 miliar, di bawah ekspektasi analis.

Cook mengatakan permintaan terhadap produk baru AirPods Pro 3, yang memiliki fitur penerjemahan bahasa, melampaui perkiraan internal perusahaan.

Awal bulan ini, Apple juga mengumumkan kemitraan dengan Alphabet untuk mengintegrasikan teknologi Gemini guna meningkatkan kemampuan asisten virtual Siri.

Selain itu, Apple mengakuisisi startup AI Q.ai senilai US$1,6 miliar, salah satu akuisisi terbesarnya, yang berfokus pada analisis ucapan, emosi, dan detak jantung melalui ekspresi wajah mikro.

Selanjutnya: IHSG Masih Terkoreksi, Berikut Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas Jumat (30/1)

Menarik Dibaca: IHSG Masih Terkoreksi, Berikut Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas Jumat (30/1)