IPhone Lipat Apple Mulai Dijual, Harga US$2.000 dan Stok Terbatas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Apple mulai memasarkan ponsel lipat pertamanya, iPhone Duo, di berbagai negara pada Jumat (23/10/2026). Dibanderol sekitar US$2.000, perangkat premium ini mendapat respons positif, meski antusiasme peluncurannya tidak semeriah peluncuran iPhone generasi sebelumnya.

Di sejumlah kota besar, mulai dari Singapura, Shanghai, London hingga San Francisco, permintaan terhadap iPhone Duo terbilang kuat. Namun, antrean panjang yang mengular di sekitar toko dan kebiasaan konsumen berkemah semalaman untuk menjadi pembeli pertama kini tidak lagi terlalu terlihat.

Selain itu, Apple membatasi jumlah pembelian dan mengatur ketersediaan produk di sejumlah pasar. Kondisi tersebut membuat peluncuran iPhone Duo berlangsung dengan antusiasme yang relatif lebih terkendali dibandingkan peluncuran sejumlah model iPhone terdahulu.


Kehadiran iPhone Duo menjadi langkah penting bagi Apple untuk memasuki pasar ponsel lipat premium. Selama bertahun-tahun, Samsung Electronics dan Huawei Technologies telah lebih dahulu memasarkan perangkat sejenis. Kini, Apple menghadapi tantangan untuk mengembangkan pasar ponsel lipat sebagaimana iPhone pernah mengubah industri smartphone.

Peluncuran tersebut juga menjadi ujian awal bagi CEO baru Apple, John Ternus. Mantan kepala divisi perangkat keras itu memperkenalkan iPhone Duo kurang dari sepekan setelah mulai memimpin perusahaan pada September 2026.

Baca Juga: Aturan Modal Makin Ketat, 12.000 Pekerja UBS di Swiss Terancam PHK

Permintaan iPhone Duo Tinggi, Pengiriman Mundur hingga Januari

Tingginya minat konsumen terlihat dari jadwal pengiriman iPhone Duo yang diperkirakan mundur hingga akhir Januari hanya dalam beberapa menit setelah pemesanan awal dibuka sepekan sebelumnya. Permintaan yang melampaui pasokan membuat konsumen harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan perangkat tersebut.

Apple menyebut respons konsumen terhadap produk barunya itu sebagai sesuatu yang "luar biasa".

Perusahaan membatasi pemesanan awal maksimal dua unit untuk setiap pelanggan. Apple juga membatasi penjualan langsung bagi konsumen yang datang ke toko. Di China, Prancis, Hong Kong, India, dan Jepang, perangkat tersebut hanya tersedia bagi konsumen yang telah melakukan pemesanan secara daring.

Di Sydney, Australia, antrean mulai terbentuk di depan toko Apple sebelum gerai dibuka pukul 08.00 waktu setempat. Toko tersebut menjadi salah satu gerai pertama yang menjual ponsel lipat dengan desain menyerupai paspor tersebut.

Simon Krishnan, insinyur berusia 48 tahun, membeli iPhone Duo berkapasitas 512 GB seharga A$3.899 atau sekitar US$2.734.

"Ini sedikit barang mewah bagi saya karena harganya sangat mahal, tetapi saya berpikir, tahu apa? Hidup ini terlalu singkat," kata Krishnan.

CEO Apple John Ternus juga menyambut konsumen secara langsung di salah satu toko Apple di Austin, Texas, Amerika Serikat. Dalam video yang diunggah CBS Austin di platform X, Ternus terlihat membuka pintu toko dan melakukan tos dengan pelanggan yang masuk.

Kunjungan tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Grand Prix Formula 1 Amerika Serikat di Austin pada akhir pekan. Apple diketahui memegang hak eksklusif penyiaran dan streaming ajang balap tersebut di pasar AS.

Sementara itu, di toko Apple Fifth Avenue, New York, kepala pemasaran Apple Greg Joswiak terlihat membuka pintu gerai untuk menyambut konsumen. Sejumlah unggahan di media sosial menyebut beberapa pembeli telah berkemah di luar toko sejak pukul 04.00 waktu setempat.

Antusiasme serupa juga terlihat pada konsumen yang tidak sempat melakukan pemesanan awal. Mohit Chandel, konsultan berusia 32 tahun yang tinggal di San Francisco, berencana membelikan iPhone Duo untuk ayahnya di Singapura sebagai hadiah pensiun. Namun, ia lupa melakukan pemesanan awal.

Ketika melihat sekitar 12 orang mengantre di depan toko Apple pada Kamis malam, Chandel memutuskan bergabung. Ia membeli bangku dan bantal dari Walgreens agar dapat menunggu sepanjang malam.

Baca Juga: Arab Saudi Cegat Drone dan Rudal di Riyadh, Konflik dengan Houthi Memanas

"Ayah saya tidak tahu soal ini. Semua pemesanan awal sudah habis. Dia mengira iPhone Duo akan dikirim melalui pos, jadi sekarang saya harus membelinya," ujar Chandel.

Pasar China Hadapi Tekanan, tetapi iPhone Premium Tetap Diminati

Di China, peluncuran iPhone Duo berlangsung di tengah kondisi pasar smartphone yang belum sepenuhnya pulih. Lemahnya konsumsi masyarakat dan kenaikan biaya memori telah mendorong pengiriman smartphone di negara tersebut mengalami penurunan selama enam kuartal berturut-turut.

Meski demikian, pangsa pasar Apple kembali menguat karena sebagian konsumen beralih ke perangkat dengan harga dan spesifikasi yang lebih premium.

Liu Wei, tenaga profesional di bidang kesehatan berusia 26 tahun, mengaku telah menggunakan ponsel lipat dari Xiaomi. Namun, ia tetap mengantre sejak pukul 06.00 di sebuah toko Apple di Shanghai untuk mendapatkan perangkat lipat pertama Apple.

"Saya sudah menggunakan produk Apple selama bertahun-tahun dan lebih memercayai merek ini, jadi saya membeli satu unit pada hari peluncuran untuk mencobanya," kata Liu.

Sebagian konsumen mengantre untuk mengambil perangkat yang telah dipesan sebelumnya. Konsumen lainnya berharap mendapatkan unit yang tersedia dalam jumlah terbatas atau sekadar mencoba perangkat yang dipajang di toko.

Di sisi lain, peluncuran iPhone Duo juga menarik perhatian pedagang yang ingin mengambil keuntungan dari potensi kenaikan harga di pasar sekunder.

Di Hong Kong, seorang pembeli bernama May, berusia 38 tahun, membeli iPhone Duo berkapasitas 256 GB melalui penjualan awal daring dengan harga HK$17.499 atau sekitar US$2.231,73. Ia berencana menjual kembali perangkat tersebut untuk memperoleh keuntungan sekitar HK$4.000.

"Uangnya cukup untuk membeli beberapa kali makan," ujarnya sambil bercanda.

Sementara itu, Paul Francis, pengelola lembaga amal berusia 53 tahun, menjadi salah satu dari puluhan penggemar Apple yang mengantre semalaman di depan toko Apple Regent Street di London, meskipun hujan turun deras.

"Sebagian orang menganggap tindakan itu gila. Termasuk saya sendiri," katanya.

Ulasan iPhone Duo Beragam, Desain Engsel Jadi Sorotan

Di tengah tingginya minat konsumen, ulasan awal terhadap iPhone Duo menunjukkan penilaian yang beragam. Sejumlah pengulas memuji desain perangkat tersebut, khususnya engsel yang kokoh dan hampir tidak terlihat.

Baca Juga: Rusia Klaim Serang Kapal Kargo dan Pusat Logistik Ukraina Semalam

Aspek ini menjadi pencapaian penting di pasar ponsel lipat. Selama ini, lipatan yang terlihat pada layar menjadi salah satu kelemahan utama perangkat sejenis dan berpotensi mengurangi minat konsumen untuk membelinya.

Meski demikian, sejumlah pengulas menyoroti kompromi pada fitur kamera, termasuk tidak tersedianya lensa telefoto. Aplikasi pihak ketiga yang belum sepenuhnya dioptimalkan untuk ukuran layar baru juga dinilai dapat mengecewakan sebagian pengguna.

Ketika dilipat, iPhone Duo juga dianggap kurang praktis untuk menjalankan berbagai aktivitas singkat yang biasa dilakukan pengguna setiap hari. Beberapa pengulas teknologi bahkan menyarankan agar konsumen Apple tidak terburu-buru membeli perangkat tersebut.

John Gruber, komentator Apple yang telah lama mengikuti perkembangan perusahaan, menilai pengalaman menggunakan perangkat tersebut selama sepekan memang menyenangkan, tetapi belum cukup meyakinkan untuk menjadikannya produk yang layak dibeli.

"Saya sangat menikmati mencoba Duo selama seminggu, tetapi rasanya seperti menggunakan prototipe yang sangat sempurna, bukan produk jadi yang ingin saya beli dan bawa ke mana-mana," tulis Gruber.

Komentator teknologi Marques Brownlee juga memberikan penilaian yang lebih berhati-hati. Dalam ulasan di YouTube, ia menilai iPhone Duo belum tentu cocok bagi pengguna yang hanya memanfaatkan ponsel untuk berkirim pesan dan menjelajahi internet.

"Bagi kebanyakan orang yang terutama menggunakan ponsel untuk berkirim pesan dan menjelajahi internet, kemungkinan jawabannya adalah tidak. Namun, jika harga US$2.000 bukan masalah besar bagi Anda dan Anda menyukai idenya, setelah melewati masa adaptasi dan terbiasa tidak menggunakan pengenalan wajah, ponsel ini benar-benar menyenangkan," ujarnya.

Di Berlin, Jerman, kreator konten YouTube Patrick Wolter justru terkesan dengan kemampuan iPhone Duo yang menggabungkan fungsi ponsel dan iPad dalam satu perangkat.

"Saya selalu merasa repot membawa tablet terpisah, terutama karena saya sudah memiliki laptop dan perangkat lainnya," katanya.

"Dalam jangka panjang, perangkat ini kemungkinan akan menggantikan perangkat-perangkat tersebut," tambahnya.

Baca Juga: Militer AS Larang Mobil Listrik BYD Masuk Pangkalan Udara di Jepang, Ada Apa?

Apple Berpeluang Kuasai Pasar Ponsel Lipat Premium

Masuknya Apple ke pasar ponsel lipat yang relatif khusus atau niche berpotensi memperluas jangkauan teknologi tersebut ke lebih banyak konsumen.

Francisco Jeronimo, wakil presiden perusahaan riset pasar IDC, menilai kehadiran Apple dapat menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan pasar ponsel lipat secara lebih luas.

IDC memperkirakan Apple akan menguasai 44% nilai pasar ponsel lipat pada 2026, dengan pangsa sebesar 31% berdasarkan jumlah unit yang terjual. Pada 2027, Apple diproyeksikan menjadi pemimpin pasar, baik dari sisi nilai maupun jumlah pengiriman perangkat.

Setelah mencoba iPhone Duo selama sepekan, Jeronimo menilai Apple berhasil memberikan alasan yang meyakinkan bagi konsumen untuk mempertimbangkan bentuk perangkat tersebut.

"Apple telah memberikan alasan yang meyakinkan untuk memilih faktor bentuk perangkat ini," kata Jeronimo.

Ia menambahkan, tantangan berikutnya adalah memastikan ketersediaan produk dan mengubah antusiasme awal menjadi adopsi yang berkelanjutan.

"Sekarang tibalah ujian berikutnya: mengubah antusiasme menjadi ketersediaan, adopsi, dan babak baru yang bertahan lama bagi pasar smartphone," ujarnya.