IPO, pengelola Lucy In The Sky tetapkan harga penawaran Rp 100 per saham



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemilik dan pengelola Lucy In The Sky, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk akan melaksanakan initial public offering (IPO) dengan harga penawaran Rp 100 per saham. Harga tersebut merupakan yang terendah dari harga pada masa penawaran awal (bookbuilding) yang berkisar antara Rp 100-Rp 120 per saham.

Direktur Utama PT Lima Dua Lima Tiga Andaru Tahir mengatakan, harga IPO ini ditentukan berdasarkan beberapa faktor, seperti kondisi pasar pada saat bookbuilding, permintaan dari calon investor yang berkualitas, kinerja perusahaan, serta prospek usaha. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan jumlah permintaan terbanyak yang diterima oleh penjamin pelaksana emisi efek yang dilaksanakan pada tanggal 13 -19 April 2021.

“Hasil dari bookbuilding sangat mengesankan dan di luar ekspektasi awal kami. Minat investor tetap tinggi untuk menyerap saham perusahaan," kata Andaru dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/4). Rencananya, PT Lima Dua Lima Tiga akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 5 Mei 2021.


Sebagai informasi, PT Lima Dua Lima Tiga akan melepas sebanyak-banyaknya 337,5 juta saham lewat IPO ini atau setara 32,61% dari total modal disetor dan ditempatkan setelah IPO. Alhasil, dana yang akan diraih melalui IPO adalah sebesar Rp 33,75 miliar.

Baca Juga: Setelah IPO, Lucy in The Sky bakal membuka tujuh gerai baru

Komisaris PT Lima Dua Lima Tiga Wulan Guritno menambahkan, investor melihat prospek cerah di dalam rencana bisnis perusahaan ke depannya. Setelah adanya pandemi Covid-19, terdapat perubahan perilaku masyarakat yang mana sekarang masyarakat lebih memilih tempat yang menyediakan ruang terbuka.

"Perusahaan melihat peluang tersebut sehingga seluruh dana yang dihimpun akan digunakan untuk membuka tujuh gerai baru dengan konsep venue yang baru dengan ruang terbuka dan semi-terbuka yang menyegarkan," tutur Wulan. Lewat konsep barunya, Lucy in The Sky juga akan menggandeng merek burger ternama, yakni Lawless Burger dan Pizzza Dealer.

Baca Juga: Dos Ni Roha Backdoor Listing, Zebra Nusantara (ZBRA) Yakin Kinerja Tumbuh

Selain Jakarta, terdapat tiga titik kota besar lain di Indonesia, yaitu Surabaya, Bandung, dan Bali yang masih dalam proses perencanaan untuk pembukaan gerai. Pembukaan gerai baru tersebut ditargetkan dapat terlaksana pada semester 2 tahun 2022.

"Perusahaan sedang dalam proses negosiasi dengan pemilik tempat di Senopati, Little Tokyo Blok M, PIK 2, dan Sarinah, sedangkan di Surabaya, Bandung, dan Bali sedang melakukan, perencanaan desain dan juga studi pasar," ungkap Wulan. Lima Dua Lima Tiga meyakini, penambahan gerai di beberapa kota di Indonesia ke depan akan terus bertumbuh sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan hiburan di tengah kota yang aman dan nyaman

Baca Juga: Gelar IPO, Pengelola Lucy In The Sky Akan Melepas 32,61% Saham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati