IPO Produsen INACO (JELI) Diserbu Investor, Oversubscribe Tembus 273,37 Kali



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO), PT Niramas Utama Tbk (JELI) mencatatkan kelebihan permintaan alias oversubscribed sebesar 273,37 kali pada porsi pooling dengan partisipasi mencapai 606.892 SID. 

Seperti diketahui, perusahaan produsen makanan dan minuman yang dikenal melalui merek INACO, menawarkan sebanyak 266 juta saham baru kepada publik dengan harga penawaran Rp 900 per saham. 

Lewat aksi korporasi ini, JELI berpotensi menghimpun dana sekitar Rp 239,4 miliar yang akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha. Dana ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, penguatan distribusi, serta kebutuhan modal kerja. 


Baca Juga: Nasib Obligasi RI Semester II: Tantangan Rupiah, The Fed & Lelang SBN

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya bilang, sebagai underwriter IPO tunggal JELI, pencapaian ini menjadi istimewa karena merupakan IPO kedua di Indonesia di 2026 yang berlangsung di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.

“IPO JELI mencatatkan oversubscription sebesar 273,37 kali pada porsi pooling dengan total 606.892 investor. Pencapaian ini menjadi sangat istimewa di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian,” jelasnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2026). 

Bernadus mengatakan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa di tengah volatilitas pasar, kepercayaan investor terhadap emiten dengan fundamental yang baik dan prospek usaha yang menjanjikan tetap sangat kuat. 

Direktur Niramas Utama Adhi S Lukman menambahkan, tingginya minat investor merupakan amanah yang harus dijaga melalui kinerja dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan

“Dengan demikian, apresiasi yang diberikan investor benar-benar menjadi cerminan dari fundamental JELI yang kuat dan prospek usaha yang kami miliki,” kata Adhi. 

Adhi bilang, status sebagai perusahaan terbuka akan menjadi langkah strategis bagi JELI untuk meningkatkan tata kelola perusahaan, memperluas pasar, memperkuat kapasitas produksi, serta menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News