IPO Saham RANS-EMMI-BACH Bisa Dipesan Mulai Hari Ini (2/7), Simak Cara Beli Saham IPO



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin ramai. Hari ini, Kamis 2 Juli 2026, investor sudah bisa melakukan pemesanan tiga saham IPO. 

Tiga saham IPO yang memasuki tahap penawaran umum hari ini adalah:

  • PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) 
  • PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) 
  • PT Bach Multi Global Tbk  (BACH)
Baca Juga: KBLI Paling Jumbo! Cek 12 Saham Cum Dividen Hari Ini (2/7) dengan Yield Fantastis


IPO Saham RANS

Masa penawaran umum IPO RANS berlangsung hingga 8 Juli 2026. Calon emiten milik Raffi Ahmad ini menawarkan maksimal 2,52 miliar saham atau setara dengan 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor pasca IPO. 

RANS mematok harga IPO di level Rp 170. Dengan demikian, RANS berpotensi mengantongi dana segar sebesar Rp 429 miliar. 

Berdasarkan alokasi penggunaan dana IPO, RANS menganggarkan sekitar 6,98% untuk pembayaran lebih awal atas seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). 

Kemudian sekitar 18,64% akan digunakan sebagai belanja modal atau capital expenditure (capex) atas rencana ekspansi usaha dalam rangka pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif dengan nama Cipungland. 

Selanjutnya, alokasi 37,61% dari dana IPO bakal digunakan oleh RANS untuk belanja operasional alias operational expenditure dalam rangka penyelenggaraan konser di berbagai kota di Indonesia. 

Lebih lanjut, dana IPO sebanyak 8,15% akan digunakan oleh RANS untuk membentuk suatu entitas usaha baru bersama dengan partner usaha yaitu PT Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis teknologi berbasis AI. Lalu sekitar 19,80% akan digunakan oleh RANS untuk ekspansi usaha melalui akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia atau dengan merek Slavina. 

Terakhir, sisa dana IPO akan digunakan oleh RANS untuk melakukan penyetoran modal kepada entitas anak dalam bentuk setoran modal saham.

Tonton: Menjajal Wuling Darion Dengan Memaksimalkan Fiturnya

IPO Saham EMII

EMMI adalah perusahaan yang bergerak dalam perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia. Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja menyampaikan bahwa IPO ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan EMMI sebagai penyedia alat kesehatan di Indonesia.

Florian menyatakan IPO akan menjadi awal dari fase pertumbuhan baru bagi Esa Medika Mandiri. "Melalui IPO ini, kami optimistis dapat mendorong Esa Medika Mandiri menjadi perusahaan alat kesehatan nasional yang lebih kuat, terintegrasi, dan semakin relevan dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di Indonesia,” ujar Florian melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Kamis (2/7/2026).

EMMI memasuki masa penawaran umum perdana saham pada 2 – 6 Juli 2026.

Dalam aksi korporasi ini, EMMI menawarkan 522.857.000 saham baru atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan harga penawaran Rp 470 per saham. Jumlah seluruh nilai penawaran ini mencapai sebesar Rp 245,74 miliar. 

Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung pengembangan usaha EMMI.

Dana sebesar Rp 50 miliar akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman, sekitar 6,4% untuk pembiayaan belanja modal pembangunan gedung pabrik Cikupa.

Kemudian sekitar 72,3% untuk modal kerja, antara lain pembelian barang terkait proyek softloan serta pembelian bahan baku/persediaan untuk menunjang operasional bisnis.

Florian mengatakan, penguatan modal kerja dan kapasitas usaha menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan terhadap alat kesehatan yang andal dan berkualitas. 

EMMI melihat kebutuhan alat kesehatan nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas, didorong oleh modernisasi rumah sakit, peningkatan kapasitas layanan kesehatan, serta penguatan industri alat kesehatan dalam negeri.

"Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, jaringan distribusi nasional, fasilitas manufaktur lokal, serta kemitraan dengan berbagai prinsipal alat kesehatan, Perseroan berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang tersebut,” tambah Florian.

Portofolio Esa Medika Mandiri mencakup peralatan medis atau capital equipment untuk mendukung layanan kritikal di ruang operasi, ICU (Intensive Care Unit), IGD (Instalasi Gawat Darurat), dan sistem sterilisasi.

Esa Medika Mandiri telah melayani lebih dari 200 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Indonesia, didukung oleh 1 kantor pusat, 2 pabrik, 4 kantor perwakilan, serta sales representative di berbagai wilayah.

Secara kinerja, Esa Medika Mandiri membukukan penjualan bersih sebesar Rp 454,64 miliar pada 2025, meningkat 18,11% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 384,93 miliar. Laba bersih tahun berjalan meningkat 188,23% menjadi Rp 32,44 miliar pada 2025 dari Rp 11,25 miliar pada 2024. 

Dalam IPO ini, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Ina Sekuritas Indonesia bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Sementara PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Investindo Nusantara Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek.  

Tonton: Vietnam Mulai Penuh! Investor Siap Relokasi Pabrik ke Jawa Tengah, Peluang Serap Ribuan Tenaga Kerja

IPO Saham BACH 

BACH adalah calon emiten di sektor penjualan dan penyewaan infrastruktur telekomunikasi. Masa penawaran umum perdana saham BACH hingga 6 Juli 2026. BACH mematok harga IPO di posisi Rp 442 per saham.

Adapun emiten di sektor industrial ini menawarkan maksimal 615 juta saham baru atau setara dengan 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO. 

Dalam penggunaan dan IPO, BACH berencana menggunakan Rp 91,02 miliar dari dana IPO setelah dikurangi berbagai biaya emisi untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk atas fasilitas pinjaman jangka pendek.

Sisanya sekitar Rp 213,48 miliar akan digunakan sebagai modal kerja oleh BACH, yaitu dalam rangka pembelian genset untuk dijual maupun disewakan

Lalu berdasarkan kinerja keuangan, BACH melaporkan pendapatan sebesar Rp 1,73 triliun per tahun 2025, meningkat 39,66% dari posisi yang sama tahun sebelumnya Rp 1,24 triliun.

Manajemen BACH menerangkan, kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya pendapatan segmen usaha penjualan dan penyewaan genset perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga memperoleh tambahan kontrak penyewaan baru yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan dari penyewaan genset.

Untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pendapatan, manajemen BACH menerapkan kebijakan perluasan basis dan jaringan pelanggan, peningkatan kualitas layanan, optimalisasi utilisasi armada genset, serta pengembangan segmen usaha yang memiliki margin lebih baik. 

Tonton: Viral! Koperasi Desa Merah Putih Berdiri di Tengah Tambak, Warga Pertanyakan Lokasinya

Cara Pemesanan Saham IPO 

Membeli saham IPO dapat dilakukan secara online melalui sistem e-IPO Indonesia atau lewat aplikasi sekuritas yang sudah terintegrasi seperti Stockbit, IPOT maupun platform sekuritas terpercaya lainnya.

Anda hanya perlu memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN), mendaftarkan akun di platform e-IPO, lalu melakukan pemesanan dan penyediaan dana pada masa penawaran.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membeli saham IPO:

1. Pastikan Punya Akun Sekuritas dan SID

Daftar di perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK untuk mendapatkan rekening saham dan nomor SID (Single Investor Identification). Pastikan Anda juga telah mengaktifkan Rekening Dana Nasabah (RDN) Anda.

2. Daftar di Website e-IPO

Kunjungi situs web e-IPO Indonesia. Lakukan registrasi dengan memasukkan data diri, nomor KTP, SID, dan pilih perusahaan sekuritas Anda. Tunggu proses verifikasi selesai.

3. Pelajari Prospektus Perusahaan

Sebelum membeli, cari tahu prospek dan kondisi keuangan perusahaan yang akan IPO melalui menu prospektus di platform e-IPO agar Anda bisa menganalisis fundamentalnya.

4. Lakukan Pemesanan (Place Order)

Cari saham yang sedang dalam masa Book Building (penawaran awal) atau Offering (penawaran umum). Klik tombol pesan, lalu masukkan jumlah harga penawaran dan jumlah lot yang ingin dibeli. Sistem akan mengirimkan kode OTP untuk memverifikasi pesanan Anda.

5. Siapkan Dana di RDN

Pastikan saldo RDN Anda mencukupi untuk membayar total pesanan saham tersebut sebelum masa penawaran ditutup. Jika pesanan Anda disetujui, dana akan otomatis terpotong. 

Untuk pemesanan IPO saham RANS, dana yang harus dipersiapkan adalah Rp 17.000 per lot. Sedangkan dana untuk pemesanan IPO saham EMMI Rp 47.000 per lot. Kemudian dana untuk pemesanan IPO saham BACH Rp 44.200 per lot.

6. Tunggu Proses Penjatahan (Allotment)

Jika pemesanan saham membludak (oversubscribed), jumlah saham yang Anda dapatkan mungkin tidak sesuai dengan jumlah yang dipesan. Dana untuk pesanan yang tidak kebagian jatah akan dikembalikan secara otomatis (refund) ke RDN Anda.

7. Saham Masuk Portofolio

Pada tanggal listing (perdana melantai di bursa), saham IPO akan secara otomatis masuk ke dalam portofolio Anda

 

Kemhan Hapus Latihan Menembak Calon Manajer Kopdes Usai 5 Peserta Meninggal Dunia
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News