KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Keberhasilan debut perdagangan saham SpaceX di bursa Nasdaq pada Jumat lalu memberikan kelegaan besar bagi pelaku pasar keuangan global. Proses penawaran umum perdana (IPO) perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut berlangsung mulus dan dianggap menjadi standar baru bagi kesiapan Wall Street dalam menghadapi potensi IPO raksasa berikutnya, termasuk OpenAI dan Anthropic.
IPO SpaceX Jadi Salah Satu yang Terbesar di AS
IPO SpaceX tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah bursa Amerika Serikat, dengan skala hampir tiga kali lebih besar dibandingkan pencatatan saham terbesar sebelumnya.
Besarnya volume transaksi sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, terutama mengingat pengalaman buruk IPO Facebook pada 2012 yang sempat mengalami gangguan teknis serius. Namun, berbeda dengan kekhawatiran tersebut, sistem perdagangan yang melibatkan bank penjamin emisi, bursa, pembuat pasar (market maker), lembaga kliring, hingga infrastruktur pasar lainnya berhasil beroperasi tanpa hambatan berarti.
Baca Juga: Dolar AS Tersungkur ke Level Terendah 10 Hari Usai Kabar Perdamaian AS–Iran Sistem Perdagangan Dinilai Tahan Uji Beban
Citadel Securities, pembuat pasar ritel terbesar di Amerika Serikat, menyebut IPO SpaceX mencatat aktivitas order ritel tertinggi dalam sejarah lelang IPO. Perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa sebagian besar order ritel berhasil ditangani dengan baik. Sementara itu, Morgan Stanley sebagai penjamin stabilisasi (stabilization agent) memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan harga saat pembukaan perdagangan, termasuk melakukan pembelian saham untuk menahan tekanan penurunan harga pada hari pertama. Seorang penjamin emisi utama SpaceX yang tidak disebutkan namanya menilai IPO ini sebagai momen besar bagi seluruh ekosistem pasar modal. Di sisi lain, platform perdagangan Charles Schwab melaporkan bahwa mereka menerima lebih dari satu juta order dalam beberapa jam pertama perdagangan SpaceX, angka yang menunjukkan tingginya minat investor ritel.
Kekhawatiran Akan Terulangnya Kasus Facebook 2012
Sebelum peluncuran IPO ini, pelaku pasar masih dihantui pengalaman buruk IPO Facebook pada 2012, ketika gangguan teknis menyebabkan keterlambatan perdagangan dan kerugian besar bagi market maker serta investor. Namun, menurut Jeff Parks, CEO Stack Capital Group, kekhawatiran tersebut tidak terbukti dalam kasus SpaceX. “Orang-orang kembali mengingat masa Facebook dan bertanya apakah ini akan menjadi salah satu dari kejadian seperti itu. Tapi saya benar-benar berpikir bank-bank di AS telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, tim SpaceX juga sangat baik dalam menyampaikan narasi ketika mereka melakukan roadshow. Dan seperti yang bisa dilihat, semuanya berjalan sangat lancar,” katanya.
Baca Juga: Starbucks Korea Tutup Operasional Lebih Awal 22 Juni, Ada Apa? Perdagangan Berjalan Stabil Tanpa Volatilitas Ekstrem
Analis mencatat bahwa saham SpaceX bergerak naik secara bertahap tanpa lonjakan besar yang ekstrem. Kondisi ini justru mengejutkan sebagian pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan akan terjadi volatilitas tinggi akibat tingginya oversubscription. Mike Dickson, Head of Research & Quantitative Strategies di Horizon Investments, menyampaikan: “Saham SpaceX tidak naik dalam lonjakan besar, tetapi bergerak naik secara perlahan, dan hal itu disebabkan oleh pembukaan yang lebih tenang dan tidak seagresif yang diperkirakan banyak pihak. Saya sedikit terkejut tidak ada volatilitas yang lebih besar, mengingat tingginya berita kelebihan permintaan.”
Nasdaq: Persiapan Matang Jadi Kunci Keberhasilan
Pihak Nasdaq menyatakan bahwa keberhasilan IPO SpaceX tidak lepas dari koordinasi intensif antara bursa, bank mitra, dan seluruh pelaku pasar selama masa persiapan. Adena Friedman, CEO Nasdaq, mengatakan: “Kami semua bekerja sangat baik bersama. Kami melakukan banyak persiapan dengan mitra perbankan kami. Kami memastikan bahwa kami terus berkomunikasi dengan semua perusahaan selama proses persiapan ini, dan hasilnya berjalan sangat sempurna.”