KONTAN.CO.ID - SpaceX mengungkapkan telah mencadangkan 5% saham dalam rencana penawaran saham perdana (IPO) untuk sejumlah karyawan dan individu yang dipilih oleh jajaran eksekutif perusahaan. Informasi tersebut terungkap dalam dokumen regulasi yang dirilis Senin (1/6). Saham yang dicadangkan akan ditawarkan melalui program khusus dengan harga yang sama seperti harga IPO. Jika tidak seluruh saham terserap dalam program tersebut, sisanya akan dijual kepada investor publik. Perusahaan tidak mengungkap jumlah pasti saham yang akan dialokasikan maupun identitas pihak-pihak yang berhak mengikuti program tersebut.
Baca Juga: Greg Abel Tancap Gas, Berkshire Hathaway Investasi Rp300 Triliun dalam Dua Hari Ringkasan Skema IPO SpaceX
Merangkum laporan
Reuters, berikut gambaran aturan yang berlaku bagi berbagai kelompok pemegang saham SpaceX:
| Kelompok Pemegang Saham | Aturan Penjualan Saham |
| Peserta program khusus IPO | Bisa mendapat akses jual lebih cepat |
| Pemegang saham tertentu | Penjualan dibuka bertahap sesuai syarat |
| Elon Musk | Tidak boleh menjual saham selama sekitar 1 tahun |
| Investor besar lainnya | Terikat pembatasan sekitar 1 tahun |
| Investor publik | Mengikuti perdagangan normal setelah IPO |
Perbedaan utama terletak pada aturan
lock-up, yaitu periode pembatasan yang biasanya melarang pemegang saham internal menjual saham mereka selama beberapa bulan setelah IPO. Pada umumnya, perusahaan yang baru melantai di bursa menerapkan masa
lock-up sekitar enam bulan untuk menjaga stabilitas harga saham. Namun, SpaceX memberikan pengecualian kepada sebagian peserta program khusus tersebut.
Baca Juga: Profil CEO ASML Christophe Fouquet, Veteran Semikonduktor di Tengah Krisis Chip AI Perusahaan juga menyiapkan mekanisme pelepasan saham secara bertahap. Dalam skema ini, sebagian pemegang saham dapat mulai menjual saham setelah SpaceX merilis laporan keuangan kuartalan pertamanya sebagai perusahaan publik, asalkan sejumlah syarat yang telah ditetapkan terpenuhi. Setelah periode awal tersebut, porsi saham lain akan dibuka secara bertahap dalam beberapa bulan berikutnya. Seluruh saham yang masih dibatasi akan sepenuhnya bebas diperdagangkan setelah enam bulan.
Baca Juga: Nvidia dan Jensen Huang Donasi AI Rp1,7 Triliun untuk Pendidikan dan Riset AI Bidik Valuasi US$1,75 Triliun
Pengungkapan terbaru ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai strategi SpaceX menjelang IPO yang diperkirakan menjadi salah satu pencatatan saham terbesar dalam sejarah pasar modal.
Perusahaan roket dan satelit tersebut disebut tengah mengejar valuasi sekitar US$1,75 triliun. Jika tercapai, angka tersebut akan menempatkan SpaceX di jajaran perusahaan paling bernilai di dunia. Struktur
lock-up bertahap seperti yang digunakan SpaceX sebenarnya pernah populer saat gelombang IPO teknologi pada 2020 dan 2021. Belakangan, pendekatan ini kembali menjadi sorotan karena diterapkan oleh SpaceX, perusahaan yang selama ini dikenal kerap mengambil langkah berbeda dibanding perusahaan publik pada umumnya.
Baca Juga: CEO Novartis Gabung Anthropic, Dorong AI di Kesehatan