KONTAN.CO.ID - Elon Musk resmi mencatat sejarah sebagai triliuner pertama di dunia setelah perusahaan antariksanya, SpaceX, sukses melaksanakan penawaran saham perdana (IPO) terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Berdasarkan laporan
Reuters pada Kamis (11/6), SpaceX berhasil menghimpun dana sebesar US$75 miliar atau sekitar Rp1.346 triliun (kurs Rp17.950 per dolar AS) dalam IPO yang memberi valuasi perusahaan sekitar US$1,77 triliun. Angka tersebut menjadikan SpaceX salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.
Keberhasilan IPO itu langsung mendongkrak kekayaan Musk ke level yang belum pernah dicapai siapa pun sebelumnya Sebelum IPO,
Forbes memperkirakan kekayaannya sekitar US$780 miliar atau setara Rp14.001 triliun. Setelah saham SpaceX mulai diperdagangkan, total kekayaan Musk diperkirakan melampaui US$1,1 triliun atau sekitar Rp19.745 triliun. Sebagian besar harta tersebut berasal dari kepemilikannya di SpaceX yang nilainya mencapai sekitar US$866 miliar atau Rp15.545 triliun.
Baca Juga: Konflik Iran Bikin Investor Mulai Tinggalkan Obligasi? Ini Penjelasan Analis IPO SpaceX Jadi Tonggak Baru Karier Elon Musk
Musk dikenal sebagai sosok di balik Tesla dan SpaceX yang selama dua dekade terakhir mengubah industri otomotif dan antariksa. SpaceX sendiri didirikannya pada 2002 dengan tujuan menekan biaya perjalanan luar angkasa dan mewujudkan ambisi kolonisasi Mars. Di mata investor, SpaceX sudah bukan lagi sekadar perusahaan peluncuran roket. Bisnis satelit internet Starlink, pengembangan kecerdasan buatan, serta berbagai proyek teknologi masa depan membuat perusahaan tersebut menjadi salah satu aset paling berharga dalam kerajaan bisnis Musk.
Kenaikan valuasi SpaceX juga menunjukkan kuatnya kepercayaan investor terhadap Musk. Meski kerap menuai kontroversi karena aktivitas politik dan gaya komunikasinya yang blak-blakan, banyak investor tetap melihat Musk sebagai pengusaha visioner yang berhasil membangun sejumlah perusahaan paling berpengaruh di dunia. Dengan kekayaan sekitar Rp19.745 triliun, Elon Musk kini tidak hanya mempertahankan status sebagai orang terkaya di dunia, tetapi juga menjadi manusia pertama yang menembus batas kekayaan US$1 triliun.
Baca Juga: Apa Risiko IPO SpaceX? Investor Veteran Jim Chanos Beri Peringatan