IPO Terbesar Singapura Tahun Ini, Saham UI Boustead REIT Justru Turun Saat Debut



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Saham UI Boustead REIT langsung melemah pada hari pertama perdagangan di Bursa Singapura, meski penawaran saham perdana (IPO) emiten properti logistik ini menjadi yang terbesar di Singapura sepanjang tahun ini.

Pada debutnya, Kamis (12/3/2026), saham UI Boustead REIT dibuka di level S$ 0,805 per unit, lebih rendah dibandingkan harga IPO yang dipatok S$ 0,88 per unit.

Sekitar 10 menit setelah perdagangan dimulai di Singapore Exchange, harga saham sempat bergerak di kisaran S$ 0,82, sementara indeks acuan pasar turun sekitar 0,5%.


Manajer investasi REIT ini, UIB REIT Management, sebelumnya mengumumkan bahwa IPO tersebut berhasil menghimpun dana S$ 973,6 juta atau sekitar US$ 763 juta, dengan asumsi opsi penjatahan lebih (over-allotment) tidak digunakan.

Baca Juga: PayPay Tetapkan Harga IPO US$ 16 Per Saham

Pencatatan ini menjadi IPO REIT pertama di papan utama SGX tahun ini, sekaligus IPO terbesar di Singapura pada 2026 sejauh ini. Nilainya juga menjadi yang terbesar untuk sektor REIT sejak penawaran saham NTT DC REIT yang menghimpun sekitar US$773 juta pada Juli 2025.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk mengakuisisi aset properti baru, membayar pajak konsumsi yang dapat dikembalikan, menutup biaya penerbitan serta transaksi, dan memperkuat modal kerja serta cadangan kas.

Portofolio awal UI Boustead REIT mencakup 23 properti industri dan logistik dengan nilai sekitar S$1,9 miliar. Aset tersebut terdiri dari 21 properti sewa di Singapura serta dua properti freehold di Jepang.

Beberapa penyewa utama dalam portofolio tersebut antara lain perusahaan farmasi GlaxoSmithKline dan perusahaan teknologi Razer. Sepuluh penyewa terbesar menyumbang sekitar 54% dari pendapatan properti bersih REIT tersebut.

Kepala pasar modal ekuitas Asia Tenggara di Citigroup, Jingkai Yew, mengatakan minat investor terhadap IPO ini cukup kuat karena kualitas portofolio asetnya.

Baca Juga: Prospek IPO Seksi di Tahun Kuda Api

“Investor tertarik pada kualitas portofolio IPO REIT ini serta prospek pertumbuhannya,” ujarnya.

Menurut dia, transaksi tersebut juga menegaskan posisi Singapura sebagai pusat global pencatatan REIT yang mampu menarik dana institusi internasional.

Dalam proses penawaran saham ini, DBS Bank dan United Overseas Bank bertindak sebagai manajer penerbitan bersama. Keduanya bersama Citigroup juga menjadi koordinator global, sementara sindikasi penjamin emisi turut melibatkan CGS International, Goldman Sachs, dan Maybank.

Minat perusahaan untuk melantai di bursa Singapura sendiri disebut meningkat dalam beberapa waktu terakhir, menyusul berbagai langkah pemerintah dan operator bursa untuk menghidupkan kembali pasar ekuitas dan menarik lebih banyak emiten baru.