IPO UMKM bisa mendongkrak market caps



KONTAN.CO.ID -  Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik kapitalisasi pasar modal tahun ini bisa tembus ke angka Rp 6.500 triliun. Akhir pekan lalu, kapitalisasi pasar modal Indonesia yakni Rp 6.482 triliun. Artinya, BEI harus memenuhi Rp 18 triliun lagi.

Salah satu cara untuk menggenjot kapitalisasi pasar yakni dengan menambah perusahaan tercatat. Bukan hanya lewat perusahaan kelas kakap ataupun menengah. Namun, potensi tersebut justru bisa hadir lewat perusahaan belum besar atau UMKM.

"Jadi nanti IPO di papan pengembangan harusnya bisa men-trigger UMKM untuk bisa menambah market caps di pasar modal," kata Arwani Pranajaya, Chief Investment Papillon Group kepada KONTAN di BEI, Senin (28/8).


Menurutnya, dengan menggeonjot UMKM masuk ke pasar modal akan memberikan pengaruh yang signifikan. Dia menambahkan, syarat yang ada dalam papan pengembangan, juga tidak seketat pada papan utama.

Sebagai catatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juli lalu sudah memberikan stimulus dengan adanya Peraturan OJK (POJK) mengenai penawaran umum perusahaan skala kecil dan menengah, yakni berupa POJK Nomer 53 dan 54/POJK.04 tahun 2017.

Dalam aturan POJK tersebut mendefinisikan perusahaan kecil, sebagai perusahaan yang memiliki aset maksimal Rp 50 miliar. Sedangkan perusahaan menengah memiliki aset Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar. Perusahaan kecil, memiliki periode laporan keuangan 1 tahun atau sejak berdiri, sedangkan perusahaan menengah yakni 2 tahun atau sejak berdiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini