IPO Zhongji Innolight di Hong Kong Targetkan US$ 8 Miliar, Terbesar Kedua di Asia



KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Zhongji Innolight, produsen transceiver optik asal China, akan mencatatkan saham di bursa Hong Kong pada Rabu (22/7/2026). Calon emiten ini menargetkan dana dari initial public offering (IPO) setidaknya US$ 8 miliar.

Menurut sejumlah sumber, perusahaan ini akan menjual saham dengan harga IPO hingga HK$ 1.010 (US$ 128,81) per saham. Harga tersebut akan mewakili diskon 13,2% dari harga penutupan saham perusahaan yang terdaftar di bursa Shenzhen pada hari Senin.

Sumber-sumber tersebut berbicara dengan syarat anonim karena informasi tersebut bersifat rahasia. Zhongji Innolight tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters soal IPO di bursa Hong Kong tersebut.


Baca Juga: Bank of China Pimpin Penerbitan Panda Bond Perdana Indonesia

Kesepakatan ini akan menjadi penjualan saham terbesar di Hong Kong dalam hampir tujuh tahun sejak pencatatan saham Alibaba Group senilai US$ 12,9 miliar pada tahun 2019.

Ini juga diperkirakan akan menjadi pencatatan saham terbesar kedua di Asia tahun ini setelah penawaran umum perdana (IPO) perusahaan pembuat chip Tiongkok CXMT Corp senilai US$ 8,6 miliar di pasar STAR Shanghai.

Zhongji memproduksi transceiver optik, perangkat kecil yang mengubah sinyal listrik menjadi sinyal cahaya dan sebaliknya. Perangkat ini membantu mentransfer sejumlah besar data melalui kabel serat optik dan digunakan di pusat data, jaringan cloud, dan sistem komputasi AI.

Pencatatan saham baru di Hong Kong telah mengumpulkan dana sebesar US$ 33,8 miliar sejauh tahun ini, lebih dari dua kali lipat dari $16,4 miliar yang dikumpulkan pada periode yang sama tahun lalu, menurut data LSEG.

Kesepakatan ini terjadi ketika perusahaan teknologi Tiongkok bergegas mendanai ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan, di mana Tiongkok dan Amerika Serikat berlomba untuk membangun pusat data dan jaringan komputasi yang lebih cepat.

Baca Juga: Ekonomi Korea Selatan Diperkirakan Melambat pada Kuartal II 2026, Ini Penyebabnya