Iran Ancam Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Diserang



KONTAN.CO.ID - KAIRO. Iran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah apabila diserang oleh pasukan AS yang saat ini memperkuat kehadirannya di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa langkah tersebut tidak boleh ditafsirkan sebagai serangan terhadap negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan AS.

Pernyataan itu disampaikan Araqchi dalam wawancara dengan Al Jazeera Qatar, sehari setelah Teheran dan Washington sepakat melanjutkan perundingan tidak langsung terkait isu nuklir. Kedua pihak menyebut diskusi yang berlangsung di Oman pada Jumat (6/2) berjalan positif.


Araqchi mengatakan belum ada tanggal pasti untuk putaran negosiasi berikutnya. Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pertemuan lanjutan dapat berlangsung pada awal pekan depan. “Kami dan Washington sama-sama meyakini bahwa pertemuan itu harus segera digelar,” ujar Araqchi.

Baca Juga: Perang Dingin Iran: 7 Momen Puncak Panaskan Hubungan AS-Iran

Sebelumnya, Trump mengancam akan menyerang Iran di tengah peningkatan kehadiran angkatan laut AS di kawasan tersebut.

Washington menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium yang berpotensi menjadi jalur menuju pembuatan senjata nuklir, sekaligus menghentikan pengembangan rudal balistik dan dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan.

Teheran secara konsisten membantah memiliki niat memproduksi senjata nuklir, dan menyatakan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.

Meski kedua pihak menunjukkan kesiapan menghidupkan kembali diplomasi terkait sengketa nuklir Iran dengan negara-negara Barat, Araqchi menolak perluasan cakupan pembahasan.

“Setiap dialog mensyaratkan tidak adanya ancaman dan tekanan. (Teheran) hanya membahas isu nuklirnya … Kami tidak membahas isu lain dengan AS,” tegasnya.

Pada Juni lalu, AS turut membombardir fasilitas nuklir Iran, bergabung dalam tahap akhir kampanye pengeboman Israel selama 12 hari. Sejak saat itu, Iran menyatakan telah menghentikan aktivitas pengayaan uranium.

Sebagai respons saat itu, Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar, negara yang dikenal memiliki hubungan baik dengan Teheran maupun Washington.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Menguat, Disokong Kekhawatiran Akan Kemungkinan Konflik Iran-AS

Araqchi menyebut, apabila terjadi serangan baru dari AS, konsekuensinya bisa serupa.

“Tidak mungkin menyerang wilayah daratan Amerika, tetapi kami akan menargetkan pangkalan mereka di kawasan ini,” ujarnya.

“Kami tidak akan menyerang negara-negara tetangga; yang kami targetkan adalah pangkalan AS yang berada di dalamnya. Ada perbedaan besar di antara keduanya,” terangnya.

Iran menegaskan bahwa pihaknya menginginkan pengakuan atas haknya untuk melakukan pengayaan uranium. Teheran juga menilai bahwa jika program rudalnya dimasukkan ke dalam meja perundingan, hal itu akan membuatnya rentan terhadap potensi serangan dari Israel.

Selanjutnya: 7 Manfaat Buah Kersen: Sejumlah Penyakit Kronis Ini Bisa Anda Hindari

Menarik Dibaca: 7 Manfaat Buah Kersen: Sejumlah Penyakit Kronis Ini Bisa Anda Hindari