KONTAN.CO.ID - DUBAI. Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke sejumlah target di wilayah selatan Iran pada SeninĀ (20/7/2026) malam, setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Teheran akan membayar mahal atas kematian tentara AS. Di saat yang sama, Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas-fasilitas AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania, sementara sebuah kapal tanker dilaporkan terkena serangan di Selat Hormuz. Eskalasi terbaru ini terjadi sehari setelah kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, menyatakan akan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi. Langkah tersebut membuka potensi front baru dalam konflik dan meningkatkan ancaman terhadap pasokan energi global serta perdagangan internasional di luar kawasan Teluk.
Meski rangkaian serangan terus meningkat dan nyaris menggagalkan kesepakatan damai sementara yang ditandatangani bulan lalu, indikasi bahwa Teheran dan Washington masih ingin melanjutkan jalur diplomasi berhasil menahan lonjakan harga minyak dunia. Komando Pusat Amerika Serikat (U.S. Central Command/CENTCOM) menyatakan telah menyelesaikan gelombang serangan terbarunya ke Iran. Washington mengklaim serangan tersebut menyasar pusat komando militer Iran, kemampuan maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta sistem pertahanan udara.
Baca Juga: FAA Dorong Pengembangan Taksi Udara hingga Pesawat Supersonik Generasi Baru Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terdengar di sekitar Kota Shiraz di selatan Iran. Selain itu, wilayah Konarak dan Chabahar di pesisir selatan Iran juga menjadi sasaran serangan. Sebagai respons, Iran kembali melancarkan serangan di kawasan Teluk. Serangan-serangan sebelumnya terhadap fasilitas desalinasi di wilayah tersebut telah memicu kekhawatiran akan krisis air bersih dan menunjukkan meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur sipil. Garda Revolusi Iran menyatakan pihaknya menargetkan infrastruktur di Bahrain yang dimiliki perusahaan teknologi AS, Amazon, sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS terhadap lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Darkhovin di Iran. Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa pasukan Iran menyerang fasilitas akomodasi yang digunakan personel militer AS di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari militer AS, pemerintah Bahrain, maupun Amazon terkait laporan tersebut, yang belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters. Militer Iran menyatakan telah meluncurkan serangan drone terhadap tiga pangkalan militer AS di Kuwait pada Selasa (21/7/2026). Garda Revolusi Iran juga mengklaim menyerang sebuah fasilitas militer AS di Yordania. Sementara itu, pemerintah Yordania menyatakan pasukannya berhasil mencegat dan menghancurkan lima drone Iran.
Kapal tanker terkena serangan
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal tanker di Selat Hormuz terkena proyektil tak dikenal pada Selasa. Akibat insiden tersebut, awak kapal terpaksa meninggalkan kapal dan menyelamatkan diri menggunakan sekoci.
Baca Juga: Wacana Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Dunia Pada hari yang sama, Garda Revolusi Iran menyatakan dua kapal tanker minyak terbakar setelah terjadi ledakan ketika melintasi jalur selatan Selat Hormuz. Namun, belum jelas kapan tepatnya insiden tersebut terjadi. Iran sebelumnya disebut mendesak kelompok Houthi untuk menutup jalur Bab el-Mandeb menuju Laut Merah apabila AS terus menyerang infrastruktur energi Iran. Situasi ini membuat dua jalur energi paling vital di dunia berada dalam risiko. Penutupan penuh Selat Bab el-Mandeb diperkirakan dapat mengurangi pasokan minyak global hingga 7%, karena sebagian besar ekspor minyak Arab Saudi tidak akan dapat keluar dari kawasan tersebut. Gangguan ini akan memperburuk penurunan pasokan minyak akibat perang di kawasan Teluk yang sejauh ini telah memangkas sekitar 10% pengiriman minyak dunia. Setelah Houthi mengumumkan blokade tersebut, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan telah mulai menerapkan langkah-langkah perlindungan bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Bab el-Mandeb. Pelaku pasar minyak kini menimbang ancaman terhadap jalur pelayaran global di tengah upaya diplomatik untuk meredam konflik. Harga minyak mentah Brent sebagai acuan internasional tercatat melemah tipis pada perdagangan awal.
Upaya diplomatik untuk memulihkan gencatan senjata
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa Teheran telah menerima proposal dari para mediator terkait gencatan senjata selama 10 hari. Langkah ini dilakukan untuk menyelamatkan kesepakatan sementara yang diharapkan menjadi jalan menuju perjanjian permanen guna mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari akibat serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Baca Juga: Ada Upaya Mediasi AS dan Iran, Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 1% Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, meminta Pakistan kembali menjalankan perannya sebagai mediator dalam konflik tersebut. Setelah itu, Momeni dilaporkan tiba di Islamabad untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut. Gelombang pertempuran terbaru menjadi salah satu fase paling mematikan bagi pasukan AS sepanjang konflik berlangsung. Jumlah tentara AS yang tewas meningkat menjadi 17 orang selama akhir pekan.
Trump, yang menghadapi tekanan domestik akibat kenaikan harga bahan bakar sejak perang dimulai, mengatakan bahwa serangan terbaru AS ke Iran merupakan bentuk penghormatan terhadap tentara Amerika yang gugur. "Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar berkali-kali lipat atas tindakan tersebut. Instruksi ini telah disampaikan kepada Menteri Perang Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Daniel Caine, dan seluruh pemimpin militer," tulis Trump melalui platform Truth Social pada Senin. Perang yang berlangsung telah menewaskan ribuan orang, sebagian besar berada di Iran dan Lebanon. Sebagian wilayah Lebanon hingga kini masih berada di bawah pendudukan Israel setelah serangan yang dilakukan kelompok Hizbullah ke Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Teheran. Presiden Lebanon Joseph Aoun dijadwalkan bertemu Trump di Gedung Putih pada Selasa untuk mempresentasikan rencana pelucutan senjata Hizbullah yang didukung Iran serta mendorong penarikan pasukan Israel dari Lebanon.