KONTAN.CO.ID - Iran pada Senin (23/3/2026) membantah telah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat, setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap jaringan listrik Iran. Penundaan itu sebelumnya disebut Trump sebagai hasil dari pembicaraan “produktif” dengan pejabat Iran yang tidak disebutkan identitasnya. Mengutip Reuters, seorang pejabat Eropa mengungkapkan bahwa memang tidak ada pembicaraan langsung antara kedua negara. Namun, sejumlah negara seperti Mesir, Pakistan, dan negara-negara Teluk disebut menjadi perantara dalam penyampaian pesan.
Trump Klaim Ada “Kemajuan Besar”
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut bahwa AS dan Iran telah melakukan pembicaraan yang “sangat baik dan produktif” untuk mencapai “penyelesaian total konflik di Timur Tengah”. Sebagai hasilnya, ia menunda selama lima hari rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Baca Juga: Trump Tunda Mengebom Jaringan Listrik Iran, Tiga Negara Ini Jadi Mediator Pernyataan ini langsung berdampak ke pasar:- Harga saham global naik
- Harga minyak anjlok tajam hingga di bawah US$100 per barel