Iran: Belum Ada Tanggal yang Ditetapkan untuk Putaran Negosiasi Berikutnya dengan AS



KONTAN.CO.ID - Pemerintah Iran menyatakan belum ada tanggal yang ditetapkan untuk putaran berikutnya negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh yang menegaskan bahwa kedua pihak harus terlebih dahulu menyepakati kerangka pemahaman sebelum melanjutkan pembicaraan.

Khatibzadeh menjelaskan, fokus saat ini adalah merampungkan framework kesepahaman antara kedua negara.


“Kami tidak ingin masuk ke dalam negosiasi atau pertemuan yang berpotensi gagal dan justru menjadi alasan untuk eskalasi baru,” ujarnya di sela forum diplomasi di Antalya, Turki dilansir Reuters, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga: Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Kapal Dagang Jadi Sasaran Tembakan

Sebelumnya, pembicaraan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat yang merupakan yang tertinggi sejak Revolusi Islam Iran 1979 berakhir tanpa kesepakatan di Islamabad pada akhir pekan lalu.

Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan kepada Reuters bahwa kemungkinan akan ada pembicaraan langsung lanjutan pada akhir pekan ini.

Namun, sejumlah diplomat menilai hal tersebut kecil kemungkinannya terjadi, mengingat kendala logistik untuk kembali menggelar pertemuan di Islamabad.

Menurut Khatibzadeh, sebenarnya telah ada kemajuan signifikan dalam perundingan. Namun, pendekatan maksimalis dari pihak AS terutama terkait tuntutan atas program nuklir Iran dinilai menghambat tercapainya kesepakatan.

“Iran tidak akan menerima perlakuan sebagai pengecualian dari hukum internasional. Setiap komitmen yang kami buat harus berada dalam kerangka regulasi dan hukum internasional,” tegasnya.

Baca Juga: Lima Kapal LNG Qatar Dekati Selat Hormuz, Sinyal Pasokan Mulai Pulih

Di sisi lain, Khatibzadeh juga menanggapi laporan mengenai penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran.

Ia menyebut Teheran tetap mengizinkan pelayaran aman bagi kapal komersial sesuai dengan ketentuan gencatan senjata 10 hari yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon.

Namun, ia menuding pihak AS berupaya mengganggu implementasi kesepakatan tersebut dengan memberikan pernyataan yang bertentangan.

“Jika pihak Amerika melanggar syarat gencatan senjata dan tidak menepati komitmennya, maka akan ada konsekuensi,” kata Khatibzadeh.