Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Anjlok 10%



KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak dunia jatuh lebih dari 10% pada Jumat (17/4/2026), memperpanjang penurunan sebelumnya setelah Iran memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka selama masa gencatan senjata.

Minyak mentah Brent crude turun sebesar 11,2% atau 11,12 dolar AS menjadi US$ 88,27 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) anjlok 12% atau US$ 11,40 ke level US$ 83,29 per barel.

Penurunan harga ini dipicu pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, yang menyebutkan bahwa semua kapal komersial dapat melintasi Selat Hormuz selama gencatan senjata berlangsung, sejalan dengan kesepakatan di Lebanon.


Baca Juga: Iran Pastikan Jalur Selat Hormuz Tetap Terbuka Selama Gencatan Senjata

Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan pernyataan tersebut menjadi sinyal meredanya ketegangan. Namun, pasar masih menunggu apakah jumlah kapal tanker yang melintasi selat tersebut akan meningkat signifikan.

Sebelumnya, harga minyak sudah mulai melemah karena adanya peluang pembicaraan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan, serta adanya gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel. Kondisi ini meningkatkan harapan investor bahwa konflik di Timur Tengah mendekati akhir.

Dalam perkembangan lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Teheran bersedia untuk tidak memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun. Ia juga menyebut bahwa kesepakatan dengan Iran kemungkinan sudah dekat tercapai.

Penurunan tajam harga minyak ini mencerminkan sensitivitas pasar energi global terhadap perkembangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah yang menjadi pusat produksi dan distribusi minyak dunia.