Iran di Posisi 'Jari di Pelatuk', Armada AS Tiba di Timur Tengah



KONTAN.CO.ID - Iran menyatakan berada dalam posisi siaga tinggi setelah armada militer Amerika Serikat tiba di kawasan Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Iran memperingatkan bahwa negaranya kini berada dalam kondisi “jari di pelatuk,” di tengah ancaman Washington untuk melancarkan serangan ke Republik Islam tersebut secara cepat dan keras.

Mengutip Military Times, dalam unggahan di platform X pada Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap memberikan balasan “segera dan kuat” terhadap segala bentuk agresi. Ia menyebut, Teheran telah mengambil pelajaran dari perang 12 hari dengan Israel tahun lalu, yang juga melibatkan Amerika Serikat, untuk menyiapkan respons yang lebih keras.

“Saya pikir ancaman pembalasan besar-besaran dari Iran harus dianggap serius,” kata Ali Vaez, Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, kepada Military Times. 


Menurutnya, rezim Iran saat ini berada dalam mode bertahan hidup, sehingga berpotensi mengambil langkah yang lebih nekat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya menyampaikan berbagai alasan terkait kemungkinan serangan, pada Rabu menyebut bahwa serangan AS bisa segera dilakukan kecuali Iran setuju menghentikan program nuklirnya.

Baca Juga: Konflik Global Jadi Berkah, Jet Tempur F-35 dan Rudal Patriot Lockheed Martin Laris

Awal bulan ini, Trump sempat berjanji membantu warga sipil saat gelombang protes anti-pemerintah melanda Iran dan diikuti dengan penindakan keras oleh aparat. Namun, ia kemudian mengatakan telah “meyakinkan dirinya” untuk tidak melakukan intervensi. Kelompok hak asasi manusia menyebut jumlah korban tewas akibat kerusuhan tersebut mencapai ribuan orang.

Hingga kini, tidak ada tanda-tanda kemajuan dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran sejak ketegangan meningkat. Kebuntuan berbahaya ini mendorong sejumlah sekutu utama di kawasan Teluk untuk mencoba membuka jalur diplomasi antara Washington dan Teheran.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan Riyadh menolak memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udara maupun wilayahnya dalam potensi operasi militer terhadap Iran.

Seorang pejabat AS menyebut Washington memiliki tiga tuntutan utama terhadap Iran, yakni menghentikan pengayaan uranium secara permanen, membatasi persediaan rudal balistik, serta menghentikan dukungan terhadap kelompok yang tergabung dalam Axis of Resistance. Namun, belum ada indikasi bahwa Iran bersedia memenuhi tuntutan tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut pengerahan kekuatan militer di Timur Tengah sebagai langkah dasar yang diperlukan untuk melindungi pasukan Amerika.

“Kami memiliki sekitar 30.000 hingga 40.000 tentara Amerika yang ditempatkan di delapan atau sembilan fasilitas di kawasan tersebut,” kata Rubio dalam sidang Kongres pada Rabu. “Semuanya berada dalam jangkauan ribuan drone Iran dan rudal balistik jarak pendek Iran yang mengancam keberadaan pasukan kami.”

“Kami harus memiliki kekuatan yang cukup di kawasan ini, setidaknya untuk mempertahankan diri dari kemungkinan tersebut,” tambahnya.

Tonton: Tanpa Tim yang Mempercayai, Tak Akan Ada Pemimpin Yang Berhasil

Inti dari armada militer AS adalah kapal induk USS Abraham Lincoln, yang memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (US Central Command) pada Senin. Washington juga mengerahkan aset militer lain, termasuk kapal perang serta jet tempur F-15E Strike Eagle.

Namun, menurut Ali Vaez, Iran telah meningkatkan kemampuan angkatan laut dan rudal jarak pendeknya dengan tujuan untuk menargetkan dan menenggelamkan kapal perang AS.

“Semua kemampuan di wilayah selatan Iran dikembangkan secara khusus untuk menargetkan kapal perang Amerika. Dan Iran tidak menggunakan kemampuan ini dalam perang 12 hari, sehingga seluruh kapabilitas tersebut masih utuh,” ujarnya. “Amerika Serikat mungkin mampu mengalahkan Iran, tetapi dengan biaya yang sangat besar, sesuatu yang sejauh ini tampaknya enggan dibayar oleh presiden.”

Selanjutnya: Pengguna Threads Wajib Tahu: Feed Bakal Penuh Iklan Mulai Sekarang

Menarik Dibaca: Pengguna Threads Wajib Tahu: Feed Bakal Penuh Iklan Mulai Sekarang