Iran Diperingatkan Trump, Pickaxe Mountain Jadi Target Serangan Berikutnya



KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam akan menyerang Iran setelah menyebut adanya aktivitas di fasilitas Pickaxe Mountain.

Trump memperingatkan Teheran agar tidak mengambil tindakan yang dapat memicu serangan militer lebih lanjut.

“Kami melihat ada sedikit aktivitas di Pickaxe. Saya menyarankan Iran untuk tidak macam-macam karena kami akan terpaksa menghantam mereka dengan sangat keras,” kata Trump dalam pidatonya di konvensi Partai Republik untuk pemilihan sela AS, Rabu (9/9/2026).


Baca Juga: Won Korea Jadi Mata Uang Asia yang Menguat Kamis (10/9), Bagaimana Rupiah?

Pickaxe Mountain merupakan fasilitas yang berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz, Iran, yang sebelumnya mengalami kerusakan parah.

Lokasi tersebut merupakan fasilitas yang diperkuat dan memiliki dua kompleks terowongan yang berada jauh di bawah tanah.

Trump telah beberapa kali mengancam akan menyerang Pickaxe Mountain, setidaknya sejak pertengahan Juli lalu.

Ancaman terbaru tersebut kembali meningkatkan risiko eskalasi konflik antara AS dan Iran.

Kondisi ini berpotensi menambah ketidakpastian di pasar energi global, terutama ketika harga minyak dan gas telah melonjak akibat perang yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.

Kenaikan harga energi kini menjadi salah satu persoalan penting bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilihan sela AS yang akan digelar November mendatang.

Harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi sekaligus memperbesar tekanan inflasi.

Kondisi tersebut berpotensi menjadi beban bagi rumah tangga AS dan meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintahan Trump.

Baca Juga: Messi Beli Klub Spanyol CD Eldense, Ini Klub yang Masuk Portofolionya

Jika konflik kembali meluas dan mengganggu pasokan energi dari kawasan Timur Tengah, tekanan terhadap harga minyak dan gas berpotensi semakin besar.

Pasar sebelumnya telah merespons meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut dengan mendorong harga minyak Brent menembus level US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli.

Ancaman serangan terhadap Pickaxe Mountain menjadi perhatian karena Iran memiliki sejumlah fasilitas nuklir yang berada di lokasi terlindungi dan sulit dijangkau.

Setiap eskalasi baru berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan pasokan energi dari kawasan Teluk.