Iran Kaji Proposal AS, Tapi Tidak Tertarik Negosiasi Akhiri Konflik



KONTAN.CO.ID - DUBAI/TEL AVIV. Iran sedang meninjau proposal Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang di Teluk. Namun, Iran tidak berniat mengadakan pembicaraan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah yang semakin meluas.

Komentar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi ini menunjukkan adanya kesediaan Teheran untuk bernegosiasi mengakhiri perang jika tuntutannya dipenuhi.

Namun, kata Araqchi, pertukaran pesan melalui mediator ini tidak berarti negosiasi dengan AS.


"Mereka menyampaikan ide-ide dalam pesan mereka yang telah disampaikan kepada otoritas tertinggi, dan jika perlu, mereka akan mengumumkan sikap mereka," kata Araqchi di televisi pemerintah, Rabu (25/3/2026), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Setelah Tertunda, Donald Trump Akan Bertemu Xi Jinping di Beijing pada Mei 2026

Usulan 15 poin Presiden AS Donald Trump, yang dikirim melalui Pakistan, menyerukan penghapusan persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, penghentian pengayaan, pembatasan program rudal balistiknya, dan pemutusan pendanaan untuk sekutu regional. Informasi ini diungkap tiga sumber kabinet Israel yang mengetahui rencana tersebut.

Gedung Putih menolak untuk mengungkapkan detail spesifik dari proposalnya ke Iran dan mengancam akan meningkatkan serangannya.

"Jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer, dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump akan memastikan mereka dihantam lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, kepada wartawan.

Seorang pejabat senior pertahanan Israel mengatakan, Israel skeptis Iran akan menyetujui persyaratan tersebut, dan Israel khawatir para negosiator AS mungkin akan membuat konsesi. Israel juga menginginkan kesepakatan apa pun untuk mempertahankan opsi mereka untuk melakukan serangan pendahuluan, kata sumber kedua.

Pasar Merespons Positif

Pasar saham global kembali pulih, sementara harga minyak turun pada Rabu (25/3/2026), setelah laporan bahwa Washington telah mengirimkan proposal tersebut ke Iran. Investor berharap berakhirnya perang yang telah mengganggu pasokan energi global dan berisiko memicu inflasi.

Sementara itu, Pentagon berencana mengirim ribuan pasukan lintas udara ke Teluk untuk memberi Trump lebih banyak pilihan untuk memerintahkan serangan darat, menurut sumber yang dikutip Reuters. Dua kontingen Marinir yang sudah dalam perjalanan. Unit Marinir pertama, di atas kapal serbu amfibi besar, diperkirakan akan tiba sekitar akhir bulan.

Iran dapat membuka front baru di muara Laut Merah jika serangan dilakukan di wilayahnya, demikian kata kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya pada hari Rabu. Sumber tersebut mengatakan, Iran memiliki kemampuan untuk menimbulkan "ancaman yang kredibel" di Selat Bab al-Mandab, yang terletak di antara Yaman dan Djibouti.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan negaranya akan menyerang negara tetangga yang tidak disebutkan namanya jika negara tersebut bekerja sama dengan upaya "musuh" untuk menduduki salah satu pulaunya.

Baca Juga: Trump Tunjuk Bos Meta, Oracle, dan Nvidia Masuk Dewan Kebijakan AI AS

Sejak dimulainya apa yang disebut AS sebagai "Operasi Epic Fury", Iran telah menyerang negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan AS dan secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur bagi seperlima minyak dan gas alam cair dunia.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Rabu memperingatkan: "Dunia sedang menghadapi perang yang lebih luas" di kawasan tersebut. Sudah saatnya untuk berhenti menaiki tangga eskalasi dan mulai menaiki tangga diplomasi," katanya di markas besar PBB di New York.

Serangan Lebih Lanjut

Perang telah berkecamuk tanpa henti dalam serangan udara terhadap Iran, atau dalam serangan drone dan rudal Iran terhadap Israel dan sekutu AS.

Seorang pejabat militer Israel, ketika ditanya apakah Israel telah menyesuaikan rencana militernya sejak Trump mengatakan pembicaraan sedang berlangsung, mengatakan bahwa hampir semuanya berjalan seperti biasa.

Militer Israel menggambarkan beberapa gelombang serangan baru terhadap galangan kapal angkatan laut Iran dan target lainnya.

Kantor berita semi-resmi Iran, SNN, melaporkan, sebuah daerah pemukiman di Teheran terkena serangan, dan tim penyelamat sedang mencari di reruntuhan.

Garda Revolusi Iran mengatakan mereka telah melancarkan serangan baru terhadap Israel dan pangkalan AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain.

Baca Juga: Harga Emas Naik 2%, Penurunan Harga Minyak Redakan Kekhawatiran Inflasi