KONTAN.CO.ID - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dijadwalkan tiba di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (24/4/2026) untuk membahas usulan dimulainya kembali pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS) terkait konflik yang masih berlangsung. Melansir
Reuters, kunjungan tersebut tidak mencakup pertemuan langsung dengan negosiator AS, namun difokuskan pada konsultasi dan penyampaian proposal Iran melalui mediator.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Ungkap Sukses Jalani Pengobatan Kanker Prostat Stadium Awal Dalam pernyataan di media sosial X, Araqchi mengatakan lawatannya juga mencakup kunjungan ke Oman dan Rusia untuk berkoordinasi dengan mitra regional terkait perkembangan situasi di kawasan. Ia menegaskan bahwa negara-negara tetangga tetap menjadi prioritas utama Iran. Sumber pemerintah Pakistan menyebutkan, kunjungan Araqchi ke Islamabad akan berlangsung singkat dan berfokus pada pembahasan proposal Iran mengenai kemungkinan dimulainya kembali perundingan dengan AS. Hasil pembahasan tersebut nantinya akan disampaikan Pakistan kepada Washington. Sementara itu, tidak ada tanggapan langsung dari pihak Amerika Serikat terkait rencana kunjungan tersebut. Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Iran masih memiliki peluang untuk mencapai kesepakatan melalui jalur diplomasi.
Baca Juga: Ribuan Pelaut Terjebak di Selat Hormuz, Perang Iran Ganggu Jalur Perdagangan Global “Iran masih memiliki kesempatan untuk memilih dengan bijak di meja perundingan. Yang perlu mereka lakukan hanyalah meninggalkan program senjata nuklir secara nyata dan dapat diverifikasi,” ujarnya dalam sebuah pengarahan. Sebelumnya, putaran pembicaraan damai yang dijadwalkan berlangsung pekan ini batal digelar. Iran menyatakan belum siap hadir, sementara delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance tidak berangkat dari Washington. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata selama dua minggu untuk memberi ruang tambahan bagi negosiasi. Situasi di kawasan juga masih dipengaruhi konflik lain, termasuk ketegangan di Lebanon antara Israel dan kelompok Hizbullah. Meski gencatan senjata telah diperpanjang tiga minggu, laporan serangan masih terjadi di wilayah selatan Lebanon.
Baca Juga: Blokade AS terhadap Iran Kian Meluas ke Seluruh Dunia Selain itu, ketegangan di Selat Hormuz terus menjadi perhatian global. Iran disebut masih membatasi lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut, yang merupakan salah satu rute perdagangan energi terpenting di dunia. Data pelayaran menunjukkan hanya sedikit kapal yang melintas dalam 24 jam terakhir dibandingkan kondisi normal sebelum konflik, yang mencapai sekitar 130 kapal per hari. Ketidakpastian ini meningkatkan tekanan internasional untuk mencari solusi diplomatik atas konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah.