Iran Klaim Telah Terima Draf Kesepakatan dengan AS: Hormuz Dibuka, Pasukan Ditarik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Iran melalui media televisi negara mengungkapkan bahwa Teheran telah memperoleh draf awal tidak resmi untuk sebuah nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik yang masih berlangsung antara kedua negara.

Dalam laporan yang disampaikan, kerangka tersebut disebut memuat sejumlah poin penting yang menyangkut stabilitas kawasan, terutama terkait jalur perdagangan strategis di Selat Hormuz.

Pembukaan Jalur Perdagangan dan Penarikan Militer AS

Berdasarkan kerangka yang beredar, Iran akan memulihkan aktivitas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat disebut akan menarik pasukan militernya dari sekitar wilayah Iran serta mencabut blokade laut yang selama ini diberlakukan.


Media pemerintah Iran juga menegaskan bahwa skema tersebut masih dalam tahap awal dan belum bersifat final. Selain itu, kesepakatan ini tidak mencakup kapal militer, dan pengelolaan arus kapal di Selat Hormuz akan dilakukan oleh Iran dengan kerja sama Oman.

Baca Juga: Samsung Rencanakan Pembangunan Pabrik Uji Chip Senilai US$1,5 Miliar di Vietnam

Iran: Tidak Ada Tindakan Tanpa Verifikasi Nyata

Pemerintah Iran menekankan bahwa setiap langkah implementasi tidak akan dilakukan sebelum adanya kepastian yang dapat diverifikasi.

Dalam laporan tersebut, istilah “tangible verification” diterjemahkan sebagai “verifikasi yang nyata dan dapat dibuktikan secara konkret”, yang menjadi syarat utama Teheran sebelum melanjutkan proses apa pun dalam kerangka kesepakatan tersebut.

Potensi Resolusi DK PBB dalam 60 Hari

Selain itu, media pemerintah Iran menyebut bahwa apabila kesepakatan final berhasil dicapai dalam waktu 60 hari, maka dokumen tersebut berpotensi diajukan dan disahkan sebagai resolusi mengikat di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Baca Juga: Hong Kong Kuasai Aset Offshore Dunia, Geser Dominasi Swiss

Langkah ini dinilai dapat memberikan legitimasi internasional terhadap kesepakatan yang sedang dirancang antara kedua negara.

Latar Belakang Konflik dan Peran Mediasi

Kerangka MoU ini muncul dari pembicaraan tidak langsung yang dimulai setelah konflik besar pecah pada Februari lalu. Pakistan disebut memainkan peran penting sebagai mediator antara Teheran dan Washington dalam upaya meredakan ketegangan.

Perang tersebut dipicu oleh eskalasi tajam antara Iran dan Israel awal tahun ini, yang kemudian berkembang menjadi saling serang rudal dan drone. Konflik tersebut mengganggu aktivitas pelayaran di kawasan Teluk serta menarik keterlibatan militer Amerika Serikat, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang regional yang lebih luas.