KONTAN.CO.ID - DUBAI. Iran melarang dua pegawai Kedutaan Besar Prancis yang terlibat dalam perselisihan diplomatik pada bulan lalu untuk kembali ke negara tersebut. Tehran menuduh keduanya melanggar aturan diplomatik dengan melakukan kegiatan yang mendukung masyarakat sipil Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan pada Senin (17/8/2026) bahwa kedua pegawai tersebut telah melanggar Konvensi Wina, yang mengatur aturan serta hak istimewa bagi misi diplomatik. Menurut Baghaei, kedua staf Kedutaan Prancis terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan dukungan terhadap masyarakat sipil Iran.
Baca Juga: Proyek Pipa Irak-Suriah Diproyeksi Butuh 4 Tahun dan Investasi US$15 Miliar "Menegaskan bahwa individu-individu ini terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan mendukung masyarakat sipil itu sendiri merupakan pengakuan bahwa Konvensi Wina telah dilanggar," kata Baghaei dalam konferensi pers mingguan, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Iran Sensitif terhadap Campur Tangan Barat
Iran selama ini sangat sensitif terhadap apa yang dianggapnya sebagai campur tangan negara-negara Barat dalam urusan dalam negerinya. Ketegangan tersebut semakin meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari. Konflik tersebut hingga kini masih berlangsung. Perselisihan diplomatik antara Iran dan Prancis mencuat setelah Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan dalam wawancara dengan France Inter pada bulan lalu bahwa kedua pegawai Kedutaan Prancis tersebut memiliki tugas untuk mendukung masyarakat sipil Iran.
Baca Juga: Mobil Listrik Ferrari Laku Terjual US$40 Juta, Pecahkan Rekor Lelang Dunia "Misi kedua pegawai kedutaan tersebut adalah mengembangkan program yang mendukung masyarakat sipil, mahasiswa, dan seniman Iran (...) Prancis merupakan salah satu negara di dunia yang paling banyak melakukan hal tersebut untuk masyarakat sipil Iran, dan kami telah membayar harganya," kata Barrot.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara Tehran dan negara-negara Barat.
Prancis Panggil Pejabat Diplomatik Iran
Pemerintah Prancis sebelumnya memanggil charge d'affaires Iran pada 21 Juli. Langkah tersebut dilakukan setelah Prancis menuduh pasukan keamanan Iran menahan dan melakukan intimidasi fisik terhadap staf Kedutaan Besar Prancis di Tehran. Keputusan Iran untuk melarang dua staf tersebut kembali ke negara itu berpotensi semakin memperburuk hubungan diplomatik antara kedua negara. Perselisihan tersebut juga berlangsung ketika Iran menghadapi tekanan geopolitik yang semakin besar akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel serta ketegangan dengan negara-negara Barat terkait aktivitas dan urusan dalam negeri Iran.