KONTAN.CO.ID - Iran melancarkan serangan terhadap kompleks petrokimia Jubail di Arab Saudi, yang merupakan pusat industri hilir energi kerajaan tersebut, menurut pernyataan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Selasa (7/4/2026). Namun, belum jelas fasilitas mana yang terdampak secara pasti.
Baca Juga: Perusahaan Investasi Bill Ackman Usulkan Merger US$64 Miliar dengan Universal Music Melansir
Reuters, Jubail Industrial City merupakan kawasan industri besar yang menampung proyek-proyek bernilai miliaran dolar, termasuk kerja sama antara raksasa minyak negara Saudi Aramco dan anak usaha petrokimianya SABIC, serta perusahaan energi global Barat. IRGC menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas “kejahatan musuh” terhadap fasilitas petrokimia Iran di Asaluyeh. Rekaman video yang diverifikasi Reuters menunjukkan asap dan kobaran api dari arah kawasan Jubail, meskipun detail target spesifik masih belum dapat dipastikan. IRGC mengklaim telah menargetkan kompleks Sadara, proyek patungan senilai US$20 miliar antara Aramco dan Dow, menggunakan rudal jarak menengah dan drone bunuh diri. Kompleks tersebut diketahui telah dihentikan operasinya sejak pekan lalu.
Baca Juga: Trump Ancam “Peradaban Akan Musnah Malam Ini” Jika Iran Tak Capai Kesepakatan Selain itu, IRGC juga menyebut telah menyerang fasilitas lain di Jubail, termasuk milik ExxonMobil, serta fasilitas petrokimia di wilayah Juaymah.
Namun, terdapat ketidakjelasan terkait kepemilikan fasilitas di lokasi tersebut. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan tujuh rudal balistik yang mengarah ke wilayah timur negara itu. Puing-puing rudal dilaporkan jatuh di dekat fasilitas energi. Hingga saat ini, Saudi Aramco belum memberikan komentar terkait laporan serangan di Jubail dan Juaymah. Pemerintah Arab Saudi dan SABIC juga belum merespons permintaan konfirmasi dari Reuters.