KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Iran pada Selasa menyerang kompleks petrokimia di Jubail, pusat sektor hilir Kerajaan Arab Saudi, kata Garda Revolusi Iran (IRGC), sebagai bukti terbaru kemampuan Teheran untuk membalas serangan Donald Trump dan Israel. Serangan ini diklaim Iran sebagai balasan terhadap serangan sebelumnya di fasilitas petrokimia Asaluyeh, yang terkait dengan ladang gas raksasa South Pars, yang dilaporkan terkena beberapa ledakan semalam.
Ultimatum Trump dan Dampaknya
Presiden AS Donald Trump telah memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebelum akhir Selasa, jika tidak, AS akan mengebom infrastruktur sipil di Iran. Ancaman ini menjadi eskalasi terbesar sejak perang dimulai pada 28 Februari, ketika AS dan Israel menyerang fasilitas Iran.
Baca Juga: AS Serang Pulau Kharg Iran, Wapres JD Vance Tegaskan Strategi Trump Tak Berubah Iran memperingatkan akan menargetkan infrastruktur serupa di Teluk. Penutupan Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga energi global, karena jalur ini sebelumnya menjadi rute bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Target Serangan di Jubail
Kota Jubail yang luas menjadi rumah bagi proyek patungan multi-miliar dolar antara Saudi Aramco dan anak perusahaannya, SABIC, serta perusahaan energi Barat. IRGC menyatakan serangan dilakukan “sebagai balasan terhadap kejahatan musuh dalam agresi terhadap fasilitas petrokimia Asaluyeh,” menggunakan rudal jarak menengah dan beberapa drone bunuh diri.
Baca Juga: Iran Tolak Ultimatum Trump, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat Mereka menargetkan kompleks Sadara, proyek patungan senilai US$20 miliar antara Aramco dan Dow Chemical yang ditutup minggu lalu, serta fasilitas lain di Jubail termasuk milik ExxonMobil. Selain itu, IRGC mengklaim menyerang fasilitas petrokimia di Juaymah, yang disebut dimiliki Chevron Phillips, meski perusahaan ini tampaknya hanya memiliki fasilitas di Jubail.
Tanggapan Saudi
Kementerian Pertahanan Saudi menyatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan tujuh rudal balistik yang diluncurkan ke wilayah timur kerajaan, namun puing-puing rudal jatuh di dekat fasilitas energi. Saudi Aramco belum memberikan komentar terkait serangan di Jubail dan Juaymah. Kantor komunikasi pemerintah Saudi dan SABIC juga belum merespons permintaan komentar dari Reuters.