KONTAN.CO.ID - Media pemerintah Iran pada Kamis (7/5/2026) melaporkan bahwa unit angkatan laut militer Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz menjadi sasaran serangan rudal Iran setelah militer AS menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran. Laporan tersebut mengutip seorang pejabat militer Iran yang tidak disebutkan namanya. Menurut media pemerintah Iran seperti yang dikutip
Reuters, kapal-kapal militer AS terpaksa mundur setelah mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran. Namun, belum ada kejelasan mengenai waktu pasti insiden tersebut terjadi.
Hingga kini, Pentagon belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait laporan tersebut. Kronologi Insiden
| Waktu/Peristiwa | Keterangan |
| Rabu | AS mengumumkan telah melumpuhkan tanker minyak Iran |
| Serangan AS | Jet tempur F-18 menyerang kemudi kapal tanker |
| Kamis | Iran mengklaim kapal militer AS terkena serangan rudal |
| Setelah serangan | Iran menyebut kapal AS mundur akibat kerusakan |
| Saat ini | Pentagon belum memberikan tanggapan resmi |
Sebelumnya pada Rabu, militer AS menyatakan telah melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran yang disebut sedang berlayar menuju pelabuhan Iran. Militer AS mengatakan pasukannya menyerang bagian kemudi kapal tanker tersebut menggunakan jet tempur F-18.
Baca Juga: Resolusi AS soal Iran di PBB Terancam Diveto China dan Rusia Insiden terbaru ini kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi rute utama distribusi minyak dunia. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir telah memicu kekhawatiran pasar global terhadap potensi gangguan pasokan energi dan keamanan maritim di Timur Tengah. Dampak Potensial terhadap Pasar Global
| Dampak | Penjelasan |
| Harga minyak berpotensi naik | Risiko gangguan pasokan meningkat |
| Ketegangan geopolitik meningkat | Konflik AS-Iran makin memanas |
| Risiko pelayaran di Hormuz | Jalur energi global terancam |
| Volatilitas pasar keuangan | Investor cenderung mencari aset aman |
| Kekhawatiran keamanan energi | Negara importir minyak waspada |
Tonton: Pabrik Baja Krakatau Osaka Steel Tutup! Industri Baja RI Terancam Baja China?