Ironi! Stok Beras Diklaim Melimpah, Tapi Harga Di Pasar Terus Bertambah



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemerintah klaim stok beras di Indonesia melimpah pada tahun 2026 ini. Ironinya, harga beras terus naik. 

Dilansir dari Kompas.com, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga beras naik di seluruh rantai distribusi sepanjang Juni 2026. Kenaikan terjadi mulai dari tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran, baik secara bulanan maupun tahunan.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan harga beras tercermin pada seluruh kelompok kualitas. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, harga rata-rata beras di tingkat penggilingan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.


"Rata-rata harga beras di penggilingan pada kondisi Juni 2026 secara total naik 0,97 persen secara bulanannya dan naik sebesar 6,96 persen secara tahunannya," ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: Impor RI Melonjak 22,16% pada Mei 2026, Dipicu Impor Bahan Baku dan Barang Penolong

Harga Beras Premium Naik Paling Tinggi

BPS mencatat kenaikan harga terbesar terjadi pada beras premium di tingkat penggilingan. Secara bulanan (month to month/mtm), harga beras premium naik 1,01%. Sementara secara tahunan (year on year/yoy), kenaikannya mencapai 11,66%.

Dengan kenaikan tersebut, rata-rata harga beras premium di tingkat penggilingan pada Juni 2026 mencapai Rp 14.815 per kilogram.

Sementara itu, harga beras medium juga mengalami kenaikan meski tidak sebesar beras premium.

Rata-rata harga beras medium naik 0,92% dibandingkan Mei 2026 dan meningkat 5,10% dibandingkan Juni 2025 menjadi Rp 13.525 per kilogram.

Tonton: IHSG Cerah Hari Ini, 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi (1 Juli 2026).

Harga Beras di Tingkat Grosir dan Eceran Ikut Meningkat

Tidak hanya di tingkat penggilingan, kenaikan harga juga terjadi pada jalur distribusi berikutnya.

Di tingkat grosir, BPS mencatat inflasi harga beras sebesar:

  • 0,82% secara bulanan (mtm).
  • 5,12% secara tahunan (yoy).
Sementara di tingkat eceran atau konsumen, laju kenaikan harga relatif lebih rendah.

Pada Juni 2026, inflasi harga beras eceran tercatat:

  • 0,45% secara bulanan.
  • 3,98% secara tahunan.
Meski kenaikannya lebih moderat dibandingkan tingkat penggilingan dan grosir, data tersebut menunjukkan tekanan harga beras masih dirasakan hingga tingkat konsumen.

BPS: Data Mencerminkan Rata-rata Nasional

Ateng menegaskan bahwa angka yang dipublikasikan BPS merupakan harga rata-rata nasional yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, perhitungan tersebut juga memasukkan berbagai jenis dan kualitas beras sehingga memberikan gambaran kondisi harga secara nasional.

"Harga beras yang kami sampaikan merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia," kata Ateng.

Tonton: Harga BBM dan Tarif Angkutan Naik, Inflasi Ikut Terdongkrak

Ringkasan Kenaikan Harga Beras Juni 2026

Berikut rangkuman perkembangan harga beras berdasarkan data BPS: 

Tingkat Distribusi Perubahan Bulanan Perubahan Tahunan
Penggilingan (total) +0,97% +6,96%
Beras premium (penggilingan) +1,01% +11,66%
Beras medium (penggilingan) +0,92% +5,10%
Grosir +0,82% +5,12%
Eceran +0,45% +3,98%
Kenaikan harga di seluruh rantai distribusi ini menunjukkan tren penguatan harga beras masih berlanjut pada pertengahan 2026, dengan lonjakan paling signifikan terjadi pada beras premium di tingkat penggilingan.

Stok Beras Melimpah 

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia saat ini memiliki cadangan beras yang sangat besar. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah menembus lebih dari 5,1 juta ton, jauh di atas kapasitas gudang Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton sehingga sebagian penyimpanan harus menggunakan gudang sewaan milik swasta. 

Oleh karena itu, pemerintah menawarkan ekspor sedikitnya 10.000 ton beras premium ke Singapura sebagai langkah memperluas pasar sekaligus memanfaatkan surplus produksi nasional.

Tawaran tersebut disampaikan Amran saat bertemu Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu Hai Yien di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (29/6).

"Kami sudah mengusulkan ekspor beras minimal 10.000 ton dari Indonesia ke Singapura," ujar Amran.

Langkah menawarkan ekspor ke Singapura menjadi sinyal bahwa Indonesia mulai memanfaatkan surplus beras untuk memperluas pasar luar negeri, di tengah klaim pemerintah bahwa stok beras nasional berada pada level yang aman dan mencukupi kebutuhan domestik.

Sebagian artikel telah tayang di:

- https://money.kompas.com/read/2026/07/01/142631226/harga-beras-naik-juni-2026-jenis-premium-paling-tinggi-kenaikannya

- https://money.kompas.com/read/2026/06/29/163700626/mentan-amran-tawarkan-10.000-ton-beras-premium-ke-singapura? 

OTT KPK di Kuansing Makin Panas! Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri, Istri Bupati Ikut Diamankan
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News