ISAT dan Perusahaan Hashim Kembangkan RAIA Grid, Andalkan Jaringan Fiber 86.000 Km



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan infrastruktur digital hasil kolaborasi Arsari Group dan Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT), resmi meluncurkan RAIA Grid. Ini adalah platform infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer.

RAIA Grid merupakan platform open-access yang menghubungkan jaringan telekomunikasi, pusat data, penyedia layanan cloud, hyperscaler, hingga korporasi. Infrastruktur ini mendukung konektivitas 5G, fiber to the home (FTTH), serta koneksi antarpusat data.

Kehadiran RAIA Grid menjawab kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat seiring perkembangan cloud computing, kecerdasan artifisial (AI), pusat data hyperscale, dan layanan digital.


Founder and Chairman Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan, pengembangan RAIA Grid merupakan bagian dari upaya memperkuat kapabilitas digital Indonesia. Termasuk infrastruktur, ilmu pengetahuan, dan talenta untuk pengembangan AI.

“RAIA Gri bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat kapabilitas digital Indonesia melalui pengembangan infrastruktur, ilmu, dan talenta yang dibutuhkan untuk membentuk masa depan AI kita sendiri,” ujar Hashim, Kamis (28/8). 

Presiden Direktur RAIA Grid, Hendri Mulya Syam mengatakan RAIA Grid dikembangkan sebagai “jalan tol digital” yang menghubungkan pusat data, komputasi, dan jaringan hingga Indonesia dan dunia.

“RAIA Grid menjadi jalan tol digital yang menghubungkan ekosistem digital Indonesia yang kian kompleks, dari satu pusat data ke pusat data lain,” kata Hendri.

Baca Juga: 3 Saham Data Center Pilihan Analis: Ada TLKM, ISAT dan DSSA

RAIA Grid juga mengintegrasikan machine learning, AI, dan agentic AI dalam perencanaan dan pengoperasian jaringan. Teknologi tersebut untuk memprediksi permintaan, mengoptimalkan rute fiber dan investasi, mempercepat pembangunan, serta mendukung pemeliharaan prediktif.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha mengatakan, pengembangan RAIA Grid tidak lagi sebatas konektivitas, tapi membangun infrastruktur yang menghubungkan pusat data, cloud, pelaku usaha, dan AI.

“Peluang di depan kita jauh lebih besar dari sekadar konektivitas. RAIA Grid sedang membangun ‘jalan tol’ yang menghubungkan pusat data, platform cloud, pelaku usaha, dan infrastruktur AI, guna menciptakan fondasi bagi ekosistem AI yang utuh,” ujar Vikram.

Deputi CEO dan COO Arsari Group, Aryo Djojohadikusumo menjelaskan, pengembangan RAIA Grid juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan komputasi berkinerja tinggi dan kapabilitas AI di Indonesia, termasuk membuka peluang manufaktur supercomputer di dalam negeri.

“Jalan tol digital bukan tujuan akhir, melainkan sarana yang memungkinkan semua elemen berkembang pesat. Ambisi kami adalah membangun kapabilitas yang dibutuhkan Indonesia untuk era komputasi dan AI berikutnya,” kata Aryo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News