Isi SMS Trump ke Perdana Menteri Norwegia: Kecewa Tidak Mendapat Nobel



KONTAN.CO.ID - OSLO. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaitkan upayanya menguasai Greenland dengan kegagalannya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian. Trump mengatakan ia tidak lagi berpikir semata-mata tentang Perdamaian.

Hal tersebut terungkap dalam pesan tertulis kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere. Reuters melaporkan, Trump menulis "Mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian karena telah menghentikan delapan perang PLUS, saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk hanya memikirkan perdamaian."

Komite Nobel Norwegia membuat Trump kesal dengan memberikan Hadiah Nobel Perdamaian 2025 bukan kepadanya, tetapi kepada pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado. Pekan lalu, Machado memberikan medali Nobel yang ia peroleh kepada Trump, meskipun Komite Nobel mengatakan hadiah tersebut tidak dapat dipindahkan, dibagikan, atau dicabut.


Baca Juga: Trump: Perdana Menteri Modi Berjanji India Tidak Akan Membeli Minyak Rusia

Berikut adalah teks lengkap percakapan antara Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stoere dan Presiden AS Donald Trump, sebagaimana dirilis oleh pemerintah Norwegia, Senin (19/1/2026), berdasarkan undang-undang kebebasan informasi negara tersebut.

Stoere mengatakan, ia mengirim pesan teks awal atas nama dirinya dan Presiden Finlandia Alexander Stubb, yang disebut sebagai "Alex".

Pesan teks dari Perdana Menteri Stoere kepada Presiden Trump, 18 Januari pukul 15.48 waktu Oslo adalah sebagai berikut:

"Yang terhormat Bapak Presiden, yang terhormat Donald - mengenai kontak lintas Atlantik - tentang Greenland, Gaza, Ukraina - dan pengumuman tarif Anda kemarin. Anda tahu posisi kami mengenai masalah ini. Tetapi kami percaya kita semua harus bekerja untuk menurunkan ketegangan dan meredakan situasi - begitu banyak hal terjadi di sekitar kita di mana kita perlu bersatu. Kami mengusulkan untuk melakukan panggilan telepon dengan Anda nanti hari ini - dengan kami berdua atau secara terpisah - beri kami sedikit petunjuk tentang apa yang Anda inginkan! Salam hormat - Alex dan Jonas"

Baca Juga: Trump Incar 8 Negara Eropa, UE Siapkan “Bazoka Dagang”

Pesan teks dari Presiden Trump kepada Perdana Menteri Stoere, 18 Januari pukul 16.15 waktu Oslo sebagai berikut:

"Kepada Jonas yang terhormat: Mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian karena telah menghentikan 8 Perang PLUS, saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk hanya memikirkan Perdamaian, meskipun itu akan selalu menjadi yang utama, tetapi sekarang dapat memikirkan apa yang baik dan pantas untuk Amerika Serikat. Denmark tidak dapat melindungi tanah itu dari Rusia atau China, dan mengapa mereka memiliki "hak kepemilikan" pula? Tidak ada dokumen tertulis, hanya ada kapal yang mendarat di sana ratusan tahun yang lalu, tetapi kita juga memiliki kapal yang mendarat di sana. Saya telah melakukan lebih banyak untuk NATO daripada orang lain sejak pendiriannya, dan sekarang, NATO harus melakukan sesuatu untuk Amerika Serikat. Dunia tidak aman kecuali kita memiliki Kendali Penuh dan Total atas Greenland. Terima kasih! Presiden DJT"

Baca Juga: Jerman dan Prancis Melawan, Siap Tolak Ancaman Tarif AS atas Greenland

Mengenakan tarif

Trump telah mengintensifkan upayanya merebut kedaulatan atas Greenland dari sesama anggota NATO, Denmark. Ia mengancam mengenakan tarif impor terhadap negara-negara yang menghalangi jalannya menguasai Greenland.

Dalam sebuah unggahan di Facebook, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen mengatakan, wilayah tersebut harus diizinkan untuk menentukan nasibnya sendiri. "Kami tidak akan membiarkan diri kami ditekan. Kami teguh pada dialog, rasa hormat, dan hukum internasional," katanya.

Stoere masih berupaya melakukan diplomasi. Ia mengumumkan akan menghadiri World Economic Forum di Davos bertepatan dengan kehadiran Trump. Stoere sebelumnya tidak dijadwalkan untuk menghadiri konferensi tahun ini.

Baca Juga: Bursa Saham Global Melemah Usai Ancaman Tarif Trump, Emas Jadi Aset Aman

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan ia juga akan mencoba bertemu Trump. "Tetapi jika kita dihadapkan dengan tarif yang kita anggap tidak masuk akal, maka kita mampu merespons," kata Merz.

Para pemimpin Uni Eropa akan membahas pilihan mereka pada pertemuan puncak darurat di Brussels, Kamis (22/1/2026). Salah satu pilihannya adalah membalas mengenakan paket tarif atas impor asal AS senilai € 93 miliar, yang dapat secara otomatis berlaku pada 6 Februari setelah enam bulan.

Opsi lain adalah menggunakan anti-coercion instrument (ACI), yang belum pernah digunakan. Instrumen ini dapat membatasi akses entitas AS ke tender publik, investasi, atau aktivitas perbankan, atau membatasi perdagangan jasa.

Baca Juga: Trump Menjamu Perdana Menteri Qatar di New York, Bahas Peran Mediator di Gaza?

AS mencatat surplus perdagangan jasa dengan Eropa, termasuk dalam layanan digital. Uni Eropa mengatakan pihaknya terus terlibat di semua tingkatan, dengan AS tetapi mengatakan penggunaan ACI tidak dikesampingkan.

Selanjutnya: Menkeu Purbaya Kejar Aturan Layer Cukai Rokok Baru Rampung Secepatnya

Menarik Dibaca: Prakiraan BMKG Cuaca Besok (20/1) di Jakarta Hujan Petir di Daerah Ini