KONTAN.CO.ID - BEKASI. ISPI Group akan tetap fokus untuk menyasar kelas menengah ke bawah dalam mengembangkan ekspansinya. Maklum, perusahaan melihat prospek bisnis properti di segmen ini masih cukup bagus karena pasarnya adalah end user. Tahun ini, ISPI Group akan lebih banyak menghadirkan proyek landed house alias rumah tapak dengan rentang harga Rp 300 juta- Rp 600 jutap-an. "Pasar di segmen harga tersebut tidak ada matinya karena memang untuk end user. Sekarang pembeli proyek kami benar-benar real. Jika dulu porsi investor masih berkontribusi sekitar 30%-40%, sekarang pasar investor sudah terhenti," kata Preadi Ekarto, Komisaris Utama ISPI Group, di Bekasi, Selasa (27/2). Dengan perkiraan pasar properti di segmen menengah ke bawah yang cukup bagus, ISPI Group menargetkan pertumbuhan penjualan pemasaran tumbuh 25% tahun ini.
Sebagai gambaran, pada tahun 2017 penjualan ISPI Group mencapai Rp 490 miliar. Tahun lalu, perusahaan berhasil menjual sekitar 1.000 unit rumah. Preadi bilang, pertumbuhan properti itu juga sudah mulai terlihat dalam dua bulan terakhir ini dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan saat ini mampu menjual lebih dari 100 unit rumah per bulannya. Guna mencapai target penjualan tahun ini, ISPI Group masih akan mengadalkan pengembangan pada proyek-proyek eksisting. Perusahaan akan merilis kluster baru di enam proyek yang sedang dikembangkan saat ini. "Kemungkinan di kawasan Mutiara Gading City Bekasi akan ada dua kluster baru tahun ini, di Cikarang festival ada dua kluster, dan di proyek yang lain ada kluster baru," jelas Preadi. Proyek-proyek yang dikembangkan ISPI Group saat ini diantaranya Kawasan Mutiara Gading City Bekasi seluas 400 hektare (ha), Perumahan Cikarang Festival 150 ha, Perumahan Mutiara Gading, Mutiara Colombus seluas 40 ha, Tomang Gading Baru Tangerang dan Mutiara Gading Timur.