KONTAN.CO.ID - JERUSALEM. Israel berhasil memukul mundur serangan drone dan rudal Iran yang datang secara besar-besaran pada Sabtu (13/4) kemarin. Keberhasilan tersebut merupakan buah kerjasama dengan Pentagon, yang memiliki petugas penghubung operasional Amerika Serikat di ruang kendali sistem pertahanan udara balistik Arrow, kata seorang pejabat senior Israel. Amerika Serikat, bersama dengan Inggris, Perancis, dan Yordania, telah membantu Israel dalam mencegat sebagian besar serangan pada akhir pekan lalu, yang berpotensi mencegah eskalasi antara musuh-musuh regional.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Bawa Dampak Bagi Perekonomian Indonesia Setidaknya setengah dari ratusan pesawat tanpa awak satu arah, rudal jelajah, dan rudal permukaan-ke-permukaan, yang menurut Israel membawa total 60 ton bahan peledak, berhasil ditembak jatuh oleh pesawat tempur dan perisai udara Israel, menurut laporan media lokal. Para pejabat Israel menyatakan bahwa sebagian besar upaya dilakukan oleh sistem pertahanan ketinggian Arrow 2 dan Arrow 3, yang dikembangkan bersama dengan Pentagon dan Boeing Co. Rudal pencegat Arrow memiliki harga antara US$ 2 juta dan US$ 3,5 juta per buah, menurut sumber industri Israel. Moshe Patel, direktur pertahanan rudal di Kementerian Pertahanan Israel, menyatakan bahwa Arrow dan pencegat di ketinggian rendah telah disinkronkan dengan sistem Amerika Serikat di wilayah tersebut. Baca Juga: Ekonom Sebut Momen Ramadan dan Lebaran Dongkrak Penerimaan Pajak “Sistem tersebut saling berbagi informasi, untuk memperoleh gambaran bersama tentang situasi langit, yang pastinya sedang ramai,” ujar Patel kepada Channel 12 TV.