Israel Dukung Jeda Serangan AS ke Iran, Gencatan Senjata Tak Berlaku di Lebanon



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Israel menyatakan dukungan terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan. Namun, pemerintah Israel menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup wilayah Lebanon.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut dukungan itu diberikan dengan syarat Iran segera membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan serangan terhadap Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara di kawasan.

Pernyataan tersebut muncul setelah Washington mengumumkan penghentian sementara serangan selama dua minggu sebagai bagian dari upaya meredakan konflik dan membuka peluang negosiasi.


Baca Juga: AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan, Hormuz Segera Dibuka?

Dukungan terhadap Upaya AS dan Negosiasi

Israel juga menyatakan dukungan terhadap upaya AS untuk memastikan Iran tidak lagi menjadi ancaman nuklir, rudal, maupun “teror” bagi Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Arab di kawasan.

Pemerintah AS disebut telah menegaskan komitmennya untuk mencapai tujuan bersama tersebut dalam proses negosiasi mendatang.

Sementara itu, Iran mengumumkan bahwa perundingan dengan Amerika Serikat akan dimulai pada Jumat, 10 April, di Islamabad.

Dua pejabat Gedung Putih sebelumnya mengonfirmasi bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata selama dua pekan dan akan menghentikan kampanye pemboman terhadap Iran.

Baca Juga: Ancaman Konflik AS-Iran Mereda: Pasar Global Terhindar Gejolak Besar

Peran Pakistan dan Ketegangan di Lebanon

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang turut memediasi kesepakatan, menyatakan bahwa perjanjian tersebut juga mencakup penghentian operasi militer Israel di Lebanon. Namun, pernyataan ini bertentangan dengan sikap resmi Israel yang menegaskan Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata.

Serangan militer Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.500 orang dan menyebabkan sekitar 1,2 juta warga mengungsi.

Lebanon terseret dalam konflik setelah kelompok Hezbollah meluncurkan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran, dua hari setelah Iran diserang oleh Israel dan Amerika Serikat. Serangan tersebut memicu ofensif militer baru Israel melalui operasi darat dan udara di wilayah Lebanon.