Israel Gempur Target Hizbullah di Lebanon, Ketegangan Kawasan Kian Membara



KONTAN.CO.ID - Militer Israel melancarkan serangan terhadap target-target Hezbollah di berbagai wilayah Lebanon pada Senin (2/3/2026), setelah kelompok tersebut menembakkan rudal dan drone ke arah Israel.

Serangan itu menjadi aksi pertama Hezbollah sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Kelompok bersenjata Syiah yang didukung Teheran tersebut menyatakan, serangan ke Israel merupakan respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta dugaan pelanggaran Israel yang berkelanjutan terhadap Lebanon.


Baca Juga: Saham Maskapai Asia Ambruk Senin (2/3), Konflik AS-Iran Bikin Harga Minyak Melejit

Dalam pernyataannya, Hezbollah menegaskan bahwa pembunuhan para pemimpin dan anggotanya memberi mereka hak untuk membela diri dan merespons pada waktu serta tempat yang dianggap tepat.

Sementara itu, militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) menyatakan akan bertindak terhadap keputusan Hezbollah untuk ikut terlibat dalam eskalasi konflik.

IDF menegaskan tidak akan membiarkan kelompok tersebut menjadi ancaman bagi Negara Israel.

Saksi mata melaporkan ledakan terdengar di Beirut. Sumber keamanan Lebanon menyebutkan serangan Israel menyasar wilayah pinggiran selatan ibu kota—basis kekuatan Hezbollah.

Situasi ini meningkatkan risiko meluasnya konflik di kawasan, terutama setelah sebelumnya Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada 2024.

Baca Juga: Iklan Lowongan Kerja Australia Naik 3,2%, Sinyal Pasar Tenaga Kerja Masih Perkasa

Kesepakatan tersebut mengakhiri lebih dari satu tahun pertempuran yang berpuncak pada serangan besar Israel yang melemahkan Hezbollah secara signifikan.

Namun sejak gencatan senjata itu berlaku, kedua pihak saling menuding terjadi pelanggaran. Presiden Lebanon bahkan menyebut pada Sabtu lalu bahwa duta besar AS telah menyampaikan jaminan bahwa Israel tidak akan meningkatkan serangan selama tidak ada aksi permusuhan dari pihak Lebanon.

Dengan Hezbollah kini kembali meluncurkan serangan, kekhawatiran meningkat bahwa front Lebanon dapat kembali memanas di tengah konflik yang lebih luas antara Israel dan Iran.