KONTAN.CO.ID - Serangan Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya lima warga Palestina pada Sabtu (10/10/2026), menurut petugas kesehatan setempat. Serangan tersebut terjadi di dua lokasi berbeda di tengah meningkatnya kembali operasi militer Israel terhadap kelompok Hamas. Petugas medis mengatakan, empat orang tewas akibat serangan Israel di dekat Panda Mall, Kota Gaza.
Baca Juga: Putin dan Trump Telepon 90 Menit, Kremlin Sebut Pembicaraan Berlangsung Akrab Sementara itu, satu orang lainnya tewas dalam serangan di kawasan Tuffah, yang berada di bagian selatan kota tersebut. Militer Israel menyatakan kedua serangan itu menargetkan militan, tetapi tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai operasi tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, Israel meningkatkan serangan terhadap Hamas. Pemerintah Israel menyebut kelompok militan Palestina itu kembali memperkuat persenjataan dan melakukan serangan yang melanggar kesepakatan gencatan senjata. Hamas membantah tuduhan tersebut. Kelompok itu menyatakan tidak sedang membangun kembali persenjataannya ataupun merencanakan serangan, serta menuduh Israel merusak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dan disepakati sekitar setahun lalu. Kesepakatan gencatan senjata tersebut mencakup rencana rekonstruksi wilayah Gaza. Namun, implementasi kesepakatan untuk mengakhiri konflik masih berjalan lambat.
Baca Juga: Arsenal Bangkit Usai Tertinggal, Tekuk Leeds United 2-1 di Liga Inggris Rencana itu juga memuat ketentuan mengenai pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza. Menurut otoritas kesehatan Gaza, sedikitnya 1.400 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel sejak gencatan senjata disepakati pada Oktober 2025.
Sementara itu, Israel menyatakan empat tentaranya tewas akibat serangan militan di Gaza selama periode yang sama. Perang di Gaza bermula setelah serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang lainnya disandera. Sebagai balasan, Israel melancarkan pemboman dan operasi darat di Jalur Gaza. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan, operasi militer tersebut telah menewaskan lebih dari 74.000 orang.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Diskors Sementara Usai Tinggalkan Pemusatan Timnas Portugal