Israel Kirim Sistem Pertahanan Udara Iron Dome ke UEA untuk Hadapi Ancaman Iran



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Israel dilaporkan mengirim baterai sistem pertahanan udara Iron Dome beserta personel pengoperasinya ke Uni Emirat Arab untuk membantu menghadapi ancaman serangan dari Iran.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah acara di Tel Aviv pada Selasa (12/5). Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, sistem pertahanan yang dikirim mencakup radar dan peluncur rudal guna memperkuat perlindungan udara UEA dari serangan Iran.

Iran disebut menjadi negara yang paling sering menyerang UEA selama konflik yang dimulai pada 28 Februari lalu, setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Meski saat ini terdapat gencatan senjata, Iran dilaporkan masih melancarkan serangan ke wilayah UEA.


"Israel baru saja mengirim baterai Iron Dome dan personel kepada mereka (UEA) untuk membantu pengoperasiannya. Mengapa? Karena ada hubungan yang luar biasa antara UEA dan Israel yang didasarkan pada Abraham Accords," kata Huckabee.

Baca Juga: Perang Drone Hezbollah-Israel di Lebanon Memanas, Ancam Upaya Perdamaian Timur Tengah

Hubungan erat kedua negara merujuk pada Abraham Accords, kesepakatan tahun 2020 yang membuka hubungan diplomatik antara Israel dan UEA.

Israel sebelumnya juga diketahui pernah memasok sistem pertahanan udara kepada UEA. Penasihat Presiden UEA, Anwar Gargash, pada 17 Maret lalu menyatakan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara Arab justru akan mempererat hubungan Israel dengan negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik dengannya.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran saat ini berada dalam kondisi “on life support” atau sangat rapuh.

Dalam kesempatan yang sama, Huckabee juga menanggapi pertanyaan mengenai serangan kekerasan yang dilakukan warga Israel terhadap komunitas Kristen di Kota Tua Yerusalem serta aksi pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Baca Juga: Ekspor Minyak Saudi ke China Anjlok! Harga Minyak Dunia Berisiko Volatil

Huckabee menegaskan bahwa aksi terorisme tidak dapat dibenarkan siapa pun pelakunya.

"Terorisme adalah terorisme. Tidak peduli siapa yang melakukannya, tindakan itulah yang merupakan kejahatan," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa sebagian pelaku kekerasan di Tepi Barat kemungkinan berasal dari luar wilayah tersebut, termasuk dari Tel Aviv. Namun Huckabee menegaskan, tindakan kekerasan dan teror merupakan bentuk penghinaan terhadap negara Israel dan masyarakat Yahudi.

"Namun di mana pun mereka tinggal, ketika mereka melakukan tindakan teror atau kejahatan, maka apa yang mereka lakukan, menurut saya, merupakan penghinaan terhadap Negara Israel dan masyarakat Yahudi, dan hal itu harus dikecam," kata Huckabee yang disambut tepuk tangan hadirin.