Israel Menargetkan Terowongan Hamas Setelah Mengepung Kota Gaza



KONTAN.CO.ID - GAZA/YERUSALEM. Pasukan darat Israel di Jalur Gaza berupaya menemukan dan melumpuhkan jaringan terowongan besar militan Hamas.

Sejak serangan kelompok bersenjata Hamas pada 7 Oktober, Israel telah menggempur Gaza dari udara dan menggunakan pasukan darat untuk membagi wilayah pesisir itu menjadi dua.

Kota Gaza, kota terbesar di wilayah tersebut dan benteng utama Hamas, dikepung. Israel mengatakan pasukannya telah maju ke jantung kota sementara Hamas mengatakan para pejuangnya telah menimbulkan kerugian besar pada pasukan penyerang.


Kepala juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan bahwa korps teknik tempur Israel menggunakan alat peledak untuk menghancurkan jaringan terowongan yang dibangun oleh Hamas yang membentang ratusan kilometer (mil) di bawah Gaza.

Baca Juga: AS Menentang Rencana Israel untuk Kuasai Gaza Pasca Perang

Tank-tank Israel menghadapi perlawanan sengit dari pejuang Hamas yang menggunakan jaringan terowongan untuk melancarkan penyergapan, kata dua sumber Hamas dan kelompok militan Jihad Islam.

Tidak mungkin untuk memverifikasi klaim medan perang dari kedua belah pihak.

Israel telah menyuarakan ketakutannya bahwa operasi militer dapat semakin membahayakan para sandera, yang diyakini ditahan di terowongan. Israel mengatakan mereka tidak akan menyetujui gencatan senjata sampai para sandera dibebaskan. Hamas mengatakan mereka tidak akan berhenti berperang saat Gaza diserang.

“Saya menantang (Israel) apakah hingga saat ini mereka mampu mencatat pencapaian militer apa pun di lapangan selain membunuh warga sipil,” kata pejabat senior Hamas Ghazi Hamad kepada televisi Al Jazeera.

Baca Juga: Alasan Mengapa Warga Palestina Tidak Tinggalkan Gaza Selama Pemboman Israel

“Gaza tidak bisa dipecahkan dan akan tetap menjadi duri di tenggorokan Amerika dan Zionis,” kata Hamad.

Meskipun operasi militer Israel terfokus di bagian utara Gaza, bagian selatan juga mendapat serangan. Pejabat kesehatan Palestina mengatakan sedikitnya 23 orang tewas dalam dua serangan udara Israel pada hari Selasa di kota selatan Khan Younis dan Rafah.

Sejak 7 Oktober, pemboman Israel telah menewaskan lebih dari 10.000 warga Palestina, sekitar 40% di antaranya adalah anak-anak, menurut penghitungan pejabat kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas.

Editor: Handoyo .