Israel Serang Lebanon Beberapa Jam Setelah Gencatan Senjata Berlaku, 10 Orang Tewas



KONTAN.CO.ID - BEIRUT/YERUSALEM. Serangan Israel di Lebanon menewaskan sedikitnya 10 orang pada Sabtu (20/6/2026). Serangan Israel ini dilakukan beberapa jam setelah gencatan senjata dengan Hizbullah berlaku.

Israel sendiri mengklaim serangan tersebut untuk menanggapi proyektil yang ditembakkan oleh kelompok Hizbullah yang didukung Iran tersebut.

Kantor berita negara Lebanon, NNA, seperti dikutip Reuters melaporkan, pesawat tempur dan drone Israel menyerang beberapa lokasi di selatan dan Lembah Bekaa.


Seorang pejabat militer Israel mengatakan Hizbullah menembakkan lebih dari 50 proyektil ke pasukan Israel di Lebanon selatan semalam, yang memicu serangan terhadap apa yang disebut pejabat itu sebagai "target Hizbullah".

Baca Juga: Iran Ajuan Pengaduan ke FIFA Soal Pembatasan Perjalanan Selama Piala Dunia 2026

Hizbullah menyatakan tetap berkomitmen pada gencatan senjata tetapi akan menanggapi setiap upaya Israel untuk merebut wilayah atau memperluas pendudukan. Hizbullah menambahkan, para pejuangnya tetap sepenuhnya siap untuk mempertahankan wilayah Lebanon.

Kelompok itu mengatakan pasukan Israel mencoba semalam menyusup ke daerah perbukitan Ali al-Taher di Lebanon selatan. Mereka mengatakan para pejuangnya terlibat baku tembak dengan pasukan tersebut, setelah itu Israel melakukan serangan udara di dalam dan di luar area operasional.

Seorang pejabat senior Hizbullah mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok tersebut tidak akan mengizinkan Israel memiliki "kebebasan bergerak" di wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah Lebanon yang diduduki. Perlawanan tetap sah dilakukan selama pasukan Israel masih berada di Lebanon.

Kekerasan tersebut menyoroti kerapuhan gencatan senjata yang dimaksudkan untuk menghentikan kekerasan yang meningkat selama berbulan-bulan, dan kesepakatan perdamaian sementara antara AS dan Iran yang sebagian bergantung pada berakhirnya konflik di Lebanon.

Serangan Mematikan

Salah satu serangan Israel yang paling mematikan menghantam sebuah bangunan tempat tinggal tiga lantai di kota Barish di distrik Tyre, selatan Lebanon, menewaskan seorang ayah, ibu, dan dua anak mereka, kata seorang pejabat desa setempat kepada Reuters.

Tentara Lebanon menyebut serangan Israel menewaskan seorang tentara di jalan Kfarrumman-Nabatieh dan menuduh Israel merusak upaya untuk memulihkan stabilitas.

Baca Juga: Utusan AS dan Iran Akan Bertemu di Swiss, Gencatan Senjata Lebanon Jadi Kunci

Juru bicara militer Israel berbahasa Arab mengatakan ketenangan dapat dicapai jika Hizbullah menghentikan apa yang digambarkannya sebagai aktivitas permusuhan dan pelanggaran perjanjian. Ia menambahkan, kehadiran Israel di zona keamanan bertujuan untuk menghilangkan ancaman dan membongkar infrastruktur Hizbullah, bukan untuk melukai warga sipil.

Gencatan senjata disepakati pada hari Jumat setelah peningkatan tajam dalam permusuhan. Seorang pejabat AS mengatakan gencatan senjata itu mulai berlaku pada pukul 16.00 (1300 GMT) hari itu. Sementara seorang pejabat senior Israel dan dua sumber Hizbullah mengkonfirmasi kesepakatan tersebut.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan 3.912 orang telah tewas dalam serangan Israel sejak 2 Maret, termasuk petugas medis, wanita, dan anak-anak. Otoritas Israel mengatakan setidaknya 32 tentara dan empat warga sipil telah tewas dalam permusuhan terbaru.

Kesepakatan AS-Iran yang diumumkan pekan ini menyerukan penghentian segera dan permanen operasi militer oleh kedua pihak dan sekutu mereka di berbagai front, termasuk Lebanon.

Israel, yang tidak termasuk dalam negosiasi tersebut, menentang ketentuan-ketentuan yang menurut mereka dapat membatasi kampanye mereka di Lebanon.