Israel Siaga Tinggi, Antisipasi Intervensi Amerika Serikat di Iran



KONTAN.CO.ID - Israel meningkatkan status kewaspadaan menyusul kemungkinan intervensi Amerika Serikat (AS) di Iran, di tengah gelombang protes anti-pemerintah terbesar yang melanda negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Mengutip sumber-sumber Israel yang mengetahui situasi tersebut, kewaspadaan tinggi ini terkait dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali mengancam akan melakukan intervensi dan memperingatkan pemerintah Iran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap para demonstran.

Baca Juga: Mau Tahu Rahasia X? Mulai Pekan Depan, Musk Bakal Bongkar Algoritma X ke Publik


Pada Sabtu lalu, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat “siap membantu” Iran. Pernyataan tersebut memicu perhatian serius dari otoritas keamanan Israel.

Tiga sumber Israel yang hadir dalam konsultasi keamanan akhir pekan lalu mengatakan, Israel bersiap menghadapi berbagai kemungkinan, meski tidak merinci secara detail bentuk kesiagaan tersebut.

Sebelumnya, Israel dan Iran terlibat konflik bersenjata selama 12 hari pada Juni lalu, di mana Amerika Serikat turut mendukung Israel melalui serangan udara.

Dalam percakapan telepon pada Sabtu (10/1/2026), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membahas kemungkinan intervensi AS di Iran.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi adanya pembicaraan tersebut, namun tidak mengungkapkan rincian topik yang dibahas.

Meski demikian, Israel belum menunjukkan sinyal akan melakukan intervensi langsung ke Iran di tengah gelombang demonstrasi yang sedang berlangsung.

Ketegangan antara kedua negara tetap tinggi, terutama terkait kekhawatiran Israel terhadap program nuklir dan rudal balistik Iran.

Baca Juga: Sekitar US$ 63 Miliar Obligasi Korporasi AS Bisa Jadi Obligasi Sampah

Dalam wawancara dengan majalah The Economist yang dipublikasikan Jumat lalu, Netanyahu memperingatkan akan adanya konsekuensi serius bagi Iran jika negara itu menyerang Israel.

Terkait situasi internal Iran, Netanyahu mengatakan dunia perlu mencermati perkembangan yang terjadi di dalam negeri Iran.

Selanjutnya: PPN DTP 100% Diperpanjang pada 2026, Simak Saham Rekomendasi Analis

Menarik Dibaca: 12 Kebiasaan di Malam Hari yang Bikin Susah Kurus, Apa Saja?