ISSP Optimistis Kinerja Tetap Tumbuh pada Semester II 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) optimistis dapat mempertahankan kinerja positif hingga paruh kedua 2026.

Chief Strategy and Business Development Officer sekaligus Corporate Secretary & Investor Relations Steel Pipe Industry of Indonesia, Johanes W. Edward, mengatakan kinerja perseroan hingga Juli 2026 masih berjalan cukup baik.

"Untuk semester pertama sampai dengan Juli kemarin cukup baik. Kita harapkan dapat terus dipertahankan," ujar Johanes kepada Kontan.co.id, Selasa (25/8).


Johanes melihat prospek kebutuhan pipa masih cukup tinggi meski tetap mencermati perkembangan sejumlah proyek yang berjalan maupun tertunda.

Baca Juga: Kabut Asap Mulai Ganggu Penerbangan, INACA Waspadai Dampak ke Kinerja Maskapai

Namun, ISSP tetap perlu mencermati perkembangan proyek-proyek yang menjadi sumber permintaan, khususnya untuk melihat proyek yang tetap berjalan dan proyek yang mengalami penundaan.

"Sebetulnya outlook kebutuhan masih tinggi. Memang kita perlu mencermati mana project yang berjalan dan mana yang tertunda. Tapi secara umum masih baik," sebutnya.

Dengan kondisi tersebut, ISSP masih mempertahankan target kinerja yang telah ditetapkan untuk tahun ini.

Manajemen menargetkan laba tumbuh sekitar 10% dibandingkan tahun lalu atau mencapai sekitar Rp 580 miliar.

Dari sisi biaya energi, ISSP menilai dampaknya terhadap kinerja masih relatif terbatas. Perusahaan juga terus memperluas pemanfaatan panel surya untuk membantu efisiensi energi.

“Kita terus memperluas area solar panel. Untuk bahan baku masih dapat dimanage dan di pass ke pelanggan," sebutnya.

Sedangkan untuk penggunaan gas di ISSP hanya terkait dengan proses galvanisasi. Johanes mengatakan kondisi saat ini memang memberikan sedikit pengaruh terhadap biaya, namun dampaknya belum signifikan terhadap perseroan.

Di sisi lain, ISSP juga tengah mempersiapkan pengoperasian mesin baru untuk produksi pipa berdiameter besar. Johanes menyebut pembangunan fasilitas tersebut masih berjalan sesuai jadwal.

Meski demikian, kontribusi terhadap kinerja keuangan diperkirakan baru mulai terasa pada tahun buku 2027 ketika mesin tersebut telah beroperasi.

Untuk mendukung prospek bisnis tersebut, ISSP juga mulai memperkuat kegiatan pemasaran dan pengenalan terhadap kemampuan perseroan memproduksi pipa berdiameter hingga 20 inch.

“Termasuk dengan mengikuti pameran dan mengadakan kunjungan," pungkas Johanes.

Hingga semster I-2026, pendapatan ISSP tercatat sebesar Rp 2,84 triliun atau tumbuh 8,5% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 240,5 miliar pada semester I-2026, tumbuh 12,7% yoy secara tahunan. 

Baca Juga: PSEL Kota Bekasi Senilai Rp 3 Triliun Mulai Dibangun, Olah Sampah 1.500 Ton per Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News