Istana: Indonesia Masih Punya Ruang Berkembang, PFII Disiapkan Untuk Gaet Investasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan pemerintah menyiapkan pusat keuangan internasional atau Pusat Finansial dan Investasi Internasional (PFII) di Indonesia.

Menurut Prasetyo, Indonesia masih memiliki ruang perkembangan yang cukup besar sehingga membutuhkan perangkat yang dapat mendukung masuknya investasi dari berbagai negara.

“Selama ini kita tidak punya itu atau belum punya itu, sekarang kita salah satu negara yang dianggap sangat potensial, masih ruang berkembangnya masih cukup besar ya dan dianggap memiliki prasyarat-prasyarat kunci untuk hadirnya atau datangnya investasi-investasi dari mana pun,” ujar Prasetyo saat ditemui di Istana Merdeka, Sabtu (15/8/2026).


Prasetyo mengatakan, keberadaan PFII diharapkan menjadi salah satu perangkat untuk menangkap peluang tersebut. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan berbagai perangkat pendukung investasi dengan proses yang cepat.

Baca Juga: Indonesia Resmi Ekspor Beras ke Malaysia, Tahap Pertama 1000 Ton

“Maka dengan proses yang sangat cepat itu kita siapkan perangkat-perangkat itu,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah melihat adanya peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong perkembangan ekonomi Indonesia. Karena itu, pemerintah ingin memastikan berbagai perangkat yang dibutuhkan sudah tersedia ketika peluang investasi datang.

Prasetyo menekankan, pembangunan PFII merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan ekosistem yang dapat mendukung masuknya investasi ke Indonesia.

“Jadi memang kira-kira polanya memang seperti itu ya, ada sesuatu ada peluang atau kesempatan kita kerjakan dengan secepat-cepatnya, ada masalah kita selesaikan dengan secepat-cepatnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah menyampaikan rencana pembentukan PFII dalam pidatonya. Pemerintah menilai kehadiran pusat finansial tersebut penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menarik investasi.

"Untuk awalnya Jakarta dan Bali harus menjadi tempat modal dunia dihimpun, dan masa depan Indonesia dibiayai,” ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI ke 1 tahun Sidang 2026-2027 dan Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) TA 2026, Jumat (14/8/2026). 

Prabowo mengatakan, pemerintah telah menentukan lokasi PFII di Jakarta dan Bali. Menurutnya, PFII akan menjadi wajah baru kedua wilayah tersebut sebagai pusat keuangan, investasi, teknologi finansial, arbitrase, hingga penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia. 

Prabowo menjelaskan, PFII akan didukung kelembagaan yang mencakup Dewan Pertimbangan, Dewan PFII, Lembaga Pengelola PFII, Lembaga Pengawas Jasa Keuangan PFII, Pengadilan PFII di bawah Mahkamah Agung, serta Lembaga Arbitra

Baca Juga: Bandara Nusantara IKN Berpeluang Jadi Embarkasi Haji dan Umrah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News