KONTAN.CO.ID - Satu penyerang tewas dan dua lainnya luka-luka dalam bentrokan senjata dengan polisi di luar gedung yang menampung Konsulat Israel di Istanbul pada Selasa (7/4/2026), menurut otoritas setempat dan saksi
Reuters. Polisi mengeluarkan senjata dan berlindung saat tembakan terdengar selama sekitar 10 menit di dekat pos keamanan permanen. Satu orang terlihat bersimbah darah di tengah gedung pencakar langit di jantung distrik keuangan utama kota itu.
Baca Juga: Malaysia Ambil Langkah Antisipasi Krisis Energi Akibat Perang Iran, Apa Saja? Rekaman yang diperoleh
Reuters menunjukkan seorang penyerang, mengenakan atasan gelap dan membawa ransel, bergerak di antara bus polisi dan keamanan yang diparkir, menembakkan senapan otomatis dan pistol. Dua jasad terlihat di jalan dan area parkir dekat lokasi. Menteri Dalam Negeri Turki Mustafa Ciftci mengatakan, ketiga penyerang memiliki hubungan dengan organisasi yang “memanfaatkan agama,” dan dua di antaranya adalah bersaudara. Dua petugas polisi mengalami luka ringan, menurut Gubernur Istanbul Davut Gul. Ia menambahkan bahwa tidak ada staf diplomatik Israel di konsulat selama dua setengah tahun terakhir, sejak perang Hamas-Israel 2023, yang menyebabkan hubungan diplomatik Turki-Israel membeku.
Baca Juga: Trump Manfaatkan Misi Penyelamatan Pilot untuk Ubah Narasi Perang Iran Insiden terjadi tepat di samping jalan tol utama, segera di luar menara tempat konsulat berada. Suara tembakan terdengar hingga ke kantor bank terdekat, di mana ribuan pekerja sedang istirahat makan siang. Turki, yang dikenal sebagai pengkritik keras operasi militer Israel di Gaza, telah menarik duta besarnya dari Israel pada November 2023, sehingga hubungan diplomatik secara efektif dibekukan.
Pada saat yang sama, diplomat Israel meninggalkan Turki karena kekhawatiran keamanan menyusul protes pro-Palestina di seluruh negeri dan di depan konsulat.
Baca Juga: Pasar Global Berfluktuasi, Harga Minyak Tembus US$110 di Tengah Ancaman Eskalasi Iran Sejak itu, keamanan ketat dengan polisi bersenjata lengkap dijaga di sekitar konsulat. Kementerian Luar Negeri Israel memastikan tidak ada staf yang berada di konsulat saat penembakan terjadi.