Isu BBM Naik, Mobil Listrik Bekas Mulai Dilirik Pasar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di kawasan Timur Tengah sempat memicu perhatian pasar otomotif, termasuk segmen mobil listrik bekas.

Meski demikian, dampaknya di Indonesia dinilai belum terlalu signifikan. Pasalnya, hingga saat ini pemerintah belum menaikkan harga BBM, sehingga konsumen masih cenderung menahan diri.

Daniel Libianto, dari diler mobil bekas Victory 88 Autocar, mengatakan, minat terhadap mobil listrik bekas sempat mengalami peningkatan ketika muncul wacana kenaikan BBM.


“Indonesia kan tidak naik BBM-nya, jadi belum terlalu berpengaruh, rata-rata pembeli masih wait and see,” ujar Daniel, kepada Kompas.com, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, ketika keputusan pemerintah soal BBM belum jelas, pasar mobil listrik bekas sempat menunjukkan pergerakan, terutama untuk segmen harga terjangkau.

“Kemarin pas pemerintah belum memutuskan BBM tidak naik memang mobil listrik agak bergairah marketnya, khususnya yang Rp 250 juta ke bawah,” kata dia. Namun, secara umum, harga mobil listrik bekas saat ini cenderung stabil. Tidak ada lonjakan berarti seperti yang biasanya terjadi pada komoditas lain saat isu BBM mencuat.

“Tidak ada kenaikan, cuma stabil saja. Biasa kan harga mobil listrik terjun bebas,” ucap Daniel.

Baca Juga: Asosiasi Pengemudi Ojol Minta Danantara Kelola Ekosistem Transportasi Digital

Untuk model yang cukup diminati, Daniel menyebut salah satunya adalah Wuling Air ev Long Range. Unit keluaran 2023 saat ini dipasarkan di kisaran Rp 140 jutaan.

Senada, Andi, pemilik showroom Jordy Motor di MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, juga melihat adanya pengaruh isu BBM terhadap minat konsumen, meski tidak terlalu besar.

“Ada pengaruhnya, tetapi memang tidak banyak, kurang lebih sekitar 20 persen,” kata Andi.

Ia menyebut, beberapa model mobil listrik bekas yang saat ini cukup diminati antara lain Wuling Binguo EV dan BYD Atto 1.

Adapun ketertarikan konsumen terhadap mobil listrik bekas umumnya dipicu oleh pertimbangan efisiensi biaya operasional, terutama ketika isu kenaikan BBM kembali mencuat.

Namun, tanpa adanya kenaikan harga BBM secara resmi, pasar cenderung bergerak normal. Konsumen masih mempertimbangkan berbagai faktor lain, seperti harga jual kembali dan daya tahan baterai.

Dengan kondisi tersebut, pasar mobil listrik bekas saat ini masih berada dalam fase stabil, sambil menunggu perkembangan kebijakan energi ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News