MANILA. Sebagian besar mata uang Asia menguat terhadap dolar AS hari ini. Pada pukul 11.40 waktu Manila, peso Filipina menguat 0,2% menjadi 42,495 per dolar. Sepanjang pekan ini, penguatan peso sudah mencapai 0,5%. Sedangkan won Korea Selatan menguat 0,2% menjadi 1.116,10, rupe India menguat 0,7% menjadi 49,945. Di negara Asia lainnya, rupiah Indonesia menguat 0,2% menjadi 9.131, dollar Taiwan menguar 0,2% menjadi NT$ 29,467, dan dong Vietnam menguat 1% menjadi 20.835 dalam sepekan, dan baht Thailand bergerak stabil di posisi 30,53. Adanya penguatan tersebut menyebabkan Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index kembali mencatatkan kenaikan di hari ini. Alhasil, dalam sepekan, indeks tersebut hanya turun 0,14%. Salah satu sentimen yang mendorong penguatan mata uang Asia adalah perkembangan isu debt swap Yunani. Dikabarkan, investor swasta setuju untuk menukarkan 85% kepemilikan obligasi pemerintah Yunani mereka dengan surat utang yang baru. Hal tersebut yang kemudian mengangkat permintaan aset-aset emerging market. "Mata uang Asia terangkat isu perjanjian debt swap Yunani. Hubungan dolar-Asia akan diperdagangkan dengan tren melemah hari ini," jelas Leong Sook Mei dan Geraldine Mok, strategist Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd dalam laporan yang dirilis hari ini.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Isu debt swap Yunani angkat pamor mata uang Asia
MANILA. Sebagian besar mata uang Asia menguat terhadap dolar AS hari ini. Pada pukul 11.40 waktu Manila, peso Filipina menguat 0,2% menjadi 42,495 per dolar. Sepanjang pekan ini, penguatan peso sudah mencapai 0,5%. Sedangkan won Korea Selatan menguat 0,2% menjadi 1.116,10, rupe India menguat 0,7% menjadi 49,945. Di negara Asia lainnya, rupiah Indonesia menguat 0,2% menjadi 9.131, dollar Taiwan menguar 0,2% menjadi NT$ 29,467, dan dong Vietnam menguat 1% menjadi 20.835 dalam sepekan, dan baht Thailand bergerak stabil di posisi 30,53. Adanya penguatan tersebut menyebabkan Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index kembali mencatatkan kenaikan di hari ini. Alhasil, dalam sepekan, indeks tersebut hanya turun 0,14%. Salah satu sentimen yang mendorong penguatan mata uang Asia adalah perkembangan isu debt swap Yunani. Dikabarkan, investor swasta setuju untuk menukarkan 85% kepemilikan obligasi pemerintah Yunani mereka dengan surat utang yang baru. Hal tersebut yang kemudian mengangkat permintaan aset-aset emerging market. "Mata uang Asia terangkat isu perjanjian debt swap Yunani. Hubungan dolar-Asia akan diperdagangkan dengan tren melemah hari ini," jelas Leong Sook Mei dan Geraldine Mok, strategist Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd dalam laporan yang dirilis hari ini.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News