Isu geopolitik picu euro tak bertenaga



JAKARTA. Pemilihan presiden yang akan digelar di Jerman dan Prancis justru membawa pengaruh negatif terhadap mata uang euro. Euro (EUR) keok di hadapan poundsterling (GBP) pada akhir pekan.

Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (10/2), pasangan mata uang EUR/GBP turun 0,16% dibanding hari sebelumnya ke level 0,8513.

Faisyal, Research & Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, pelemahan euro terhadap poundsterling terjadi karena kondisi geopolitik Uni Eropa yang masih tidak stabil jelang pemilu di Jerman dan Prancis. Apalagi salah satu kandidat presiden Prancis dari partai Front Nasional, Marine Le Pen telah mengumumkan niatannya untuk keluar dari Uni Eropa jika terpilih.


“Investor masih mengkhawatirkan kondisi politik. Secara fundamental pasangan EUR/GBP masih berada pada tren bearish,” ujarnya.

Ditambah lagi sajian data ekonomi Uni Eropa yang cukup beragam semakin menekan posisi euro. Walaupun data penambahan pekerja di luar sektor pertanian Prancis kuartal IV 2016 membaik dari 0,3% ke level 0,4%, tetapi hasil produksi industri Prancis bulan Januari malah turun dari 2,4% di bulan Desember menjadi minus 0,9%.

Di sisi lain, GBP cukup diuntungkan dari beberapa data ekonomi yang positif. Biro stastistik nasional Inggris melaporkan bahwa produksi manufaktur naik ke level 2,1% di bulan Desember, melampaui ekspektasi yang diperkirakan hanya 0,5%. Defisit perdagangan Inggris juga menyempit menjadi £ 10,89 miliar per Desember dari bulan sebelumnya mencapai £ 12,16 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini