Isu Kesehatan Tekan Omzet Ritel Vape hingga 30%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemberitaan mengenai risiko kesehatan penggunaan rokok elektrik mulai berdampak terhadap penjualan pelaku usaha vape.

Asosiasi Ritel Vape Indonesia (ARVINDO) menyebut omzet sejumlah pelaku usaha vape turun hingga 20%-30% dalam beberapa hari terakhir setelah muncul pemberitaan mengenai dampak vape terhadap diabetes dan gangguan paru-paru.

Ketua Umum ARVINDO Fachmi K. Firmansyah mengatakan, penurunan omzet tersebut terjadi di tengah kondisi penjualan vape yang memang sedang menghadapi tekanan. Menurut dia, pelemahan daya beli serta berbagai pemberitaan negatif menjadi sejumlah faktor yang menekan kinerja penjualan.


Baca Juga: Pembangunan Data Center Jatiluhur Ditunda, Ini Tanggapan IDPRO

"Di tengah kondisi yang sebenarnya sudah menantang sekarang, berita yang baru berapa hari ini saja, teman kami sudah langsung mengalami penurunan omzet 20% sampai 30%," kata Fachmi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Menurut Fachmi, secara keseluruhan penjualan vape pada tahun ini juga mengalami penurunan. Kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya ketika penjualan masih tumbuh sekitar 10%-15% seiring pemulihan setelah pandemi Covid-19.

"Semua turun. Tahun ini turun semua. Tapi kan itu banyak faktor ya. Karena kan daya beli juga turun," ujarnya.

Selain pelemahan daya beli, Fachmi menyebut pemberitaan mengenai vape dan narkotika turut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap produk rokok elektrik. Kini, pelaku industri kembali menghadapi sentimen negatif setelah muncul pemberitaan mengenai dampak vape terhadap kesehatan.

Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap hasil uji mengenai dampak penggunaan vape terhadap sejumlah aspek kesehatan. Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, hasil uji BRIN menunjukkan penggunaan vape berdampak terhadap produksi insulin, pankreas hingga paru-paru.

"Vape itu menjadi salah satu ancaman karena saat ini pengguna vape sudah mencapai lebih dari 4 juta. Dan vape ini secara medis dari uji yang dilakukan oleh BRIN berdampak kepada kesehatan," kata Arif usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (29/9/2026).

Arif menyebut dampak terhadap diabetes mencapai 100%, sedangkan dampak terhadap paru-paru ditemukan pada sekitar 92% sampel yang diuji BRIN.

"bahkan paru-paru dari sampel yang ada, yang terkena itu kurang lebih sekitar 92%. Tapi kalau dampak terhadap diabetes itu sampai 100%," ujarnya.

Pemberitaan mengenai hasil uji tersebut kemudian menjadi perhatian pelaku industri vape. Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Budiyanto meminta BRIN menjelaskan dasar penelitian yang menghasilkan angka 100% terkait diabetes dan 92% terkait gangguan paru-paru.

Menurut dia, pelaku industri ingin mengetahui sampel, parameter pengujian serta indikator metabolik yang digunakan dalam penelitian tersebut. Industri juga meminta penjelasan apakah temuan tersebut merujuk pada diagnosis diabetes atau perubahan indikator metabolik.

Sementara itu, Fachmi mengatakan pelaku industri tidak menutup diri terhadap hasil penelitian mengenai risiko vape. Namun, dia berharap pemerintah dan lembaga terkait membuka ruang dialog dengan pelaku industri sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut.

"Kita tidak pernah mengklaim vape tidak ada risiko," ujarnya.

Di sisi lain, Fachmi menyebut tekanan terhadap industri vape turut berdampak terhadap pelaku usaha dan tenaga kerja. Menurut dia, industri rokok elektrik, khususnya segmen open system, masih banyak diisi pemain lokal dan pelaku UMKM.

Dia berharap pemerintah mempertimbangkan dampak berbagai pernyataan mengenai vape terhadap keberlangsungan usaha di tingkat ritel.

"Jadi harapan kami, kami tidak minta diprioritaskan atau dianakemaskan, tapi diperlakukan adil dan selayaknya," kata Fachmi.

Pemerintah sendiri juga menaruh perhatian terhadap peredaran vape seiring temuan produk yang mengandung narkotika. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebelumnya menyebut peredaran vape dengan kandungan etomidate menjadi salah satu perhatian Presiden.

"Itu juga menjadi perhatian Bapak Presiden terkait dengan narkotika cair," kata Suyudi.

Menurut Suyudi, pemerintah akan membahas persoalan tersebut bersama kementerian dan lembaga terkait, termasuk mengenai regulasi peredaran vape yang mengandung narkotika.

Baca Juga: Peternak Ayam Broiler Tertekan, Harga Jual Masih di Bawah HPP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News