Isu lokal dan global mempengaruhi rupiah



JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah di akhir pekan lalu akibat rebound mata uang dollar AS. Pelemahan rupiah diprediksikan berlanjut pada awal pekan ini, di saat pasar menanti data neraca perdagangan dalam negeri.

Di pasar spot, Jumat (13/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 0,43% ke Rp 13.338 per dollar AS. Kurs tengah Bank Indonesia juga memperlihatkan rupiah tergerus 0,15% menjadi Rp 13.308 per dollar AS.

Rupiah melemah di akhir pekan lalu setelah menguat signifikan sehari sebelumnya. "Masih dipengaruhi isu dari Amerika Serikat," ujar Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang Bank Mandiri.


Pidato presiden terpilih AS Donald Trump yang pertama kali setelah menang tidak memberi petunjuk kebijakan ekonominya. Ini awalnya membuat dollar AS melemah. Tetapi di akhir pekan lalu USD rebound akibat aksi profit taking. Pasar berharap ekonomi AS menjanjikan.

Research & Analyst Monex Investindo Futures Faisyal menyebut, pergerakan rupiah awal pekan ini akan dipengaruhi rilis data neraca perdagangan dalam negeri di Desember.

"Proyeksinya surplus US$ 840 juta, sama dengan bulan sebelumnya," tutur dia.

Meski neraca dagang surplus, pelaku pasar akan lebih memperhatikan detil pertumbuhan ekspor dan impor di periode tersebut.

Faisyal memperkirakan rupiah hari ini (16/1) melemah di Rp 13.300-Rp 13.400 per dollar AS. Yulia juga memprediksi rupiah melemah di Rp 13.290-Rp 13.534 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie