Isu pangkas pemasok kemasan, Unilever membantah



JAKARTA. Sepertinya, kegundahan industri kemasan terhadap kebijakan baru yang akan diambil PT Unilever Indonesia Tbk tidak beralasan.

Dalam keterangan resminya kepada KONTAN, Unilever menegaskan pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan bisnis sekaligus mengurangi jejak lingkungan dan meningkatkan dampak sosial yang positif kepada masyarakat.

"Hal ini termasuk mengembangkan mitra lokal  kami yang bekerja sama di sepanjang rantai nilai bisnis kami," jelas Maria D Dwianto, Head of Corporate Communications Unilever.


Saat ini, Unilever mengklaim sudah menjalin kerjasama dengan beberapa pemasok lokal. Sebagai contoh, untuk kemasan plastik kaku (rigid plastic), Unilever bermitra dengan lima pemasok lokal. Selain itu, Unilever juga bekerjasama dengan perusahaan lokal lain untuk memasok kemasan botol, kemasan rolls-on/sticks, tabung, dan kemasan fleksibel.

"Sekarang kami sedang menjajaki potensi pengembangan pemasok kemasan lokal untuk melayani pasar Unilever di Asia Tenggara," papar Maria.

Unilever juga bilang, pihaknya tidak pernah mempertimbangkan negara asal perusahaan pemasok sebagai parameter dalam melakukan penilaian. "Kami menilai berdasarkan kriteria yang mencakup kualitas, pelayanan, cara berbisnis yang bertanggung jawab, kemampuan berinovasi dan harga," pungkasnya.

   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie