JAKARTA. Pasar saham Indonesia berpotensi menguat dalam jangka pendek. Satu pemicunya adalah ekspektasi pasar mengenai stimulus yang bakal digelontorkan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve). Sinyal quantitative easing (QE) tahap ketiga di AS menjadi sentimen utama yang ditunggu para pelaku pasar global, termasuk di Indonesia. Analis AM Capital, Janson Nasrial, memperkirakan mulai hari ini (13/9) hingga Jumat (14/9), Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia bisa menguat hingga level 4.200. "Kemungkinan besar The Fed akan melakukan QE-3. Ini akan menjadi sentimen positif bagi pasar," ujar dia, Rabu (12/9). Tapi Janson mengingatkan, kenaikan IHSG hanya bersifat terbatas dan waktunya sementara. Dus, penguatan indeks tidak akan jauh melampaui 4.200. Ini lantaran pasar saham domestik sudah jenuh. Hal itu ditandai sepinya sentimen dalam negeri dan valuasi yang sedikit mahal.
Isu stimulus AS bisa dorong IHSG menembus 4.200
JAKARTA. Pasar saham Indonesia berpotensi menguat dalam jangka pendek. Satu pemicunya adalah ekspektasi pasar mengenai stimulus yang bakal digelontorkan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve). Sinyal quantitative easing (QE) tahap ketiga di AS menjadi sentimen utama yang ditunggu para pelaku pasar global, termasuk di Indonesia. Analis AM Capital, Janson Nasrial, memperkirakan mulai hari ini (13/9) hingga Jumat (14/9), Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia bisa menguat hingga level 4.200. "Kemungkinan besar The Fed akan melakukan QE-3. Ini akan menjadi sentimen positif bagi pasar," ujar dia, Rabu (12/9). Tapi Janson mengingatkan, kenaikan IHSG hanya bersifat terbatas dan waktunya sementara. Dus, penguatan indeks tidak akan jauh melampaui 4.200. Ini lantaran pasar saham domestik sudah jenuh. Hal itu ditandai sepinya sentimen dalam negeri dan valuasi yang sedikit mahal.