Isu stimulus AS & Eropa mengerek harga minyak



MELBOURNE. Harga minyak dunia pagi ini (30/7), diperdagangkan naik mendekati level tertinggi dalam sepekan terakhir di New York. Salah satu sebabnya, pasar berspekulasi bahwa bank sentral AS dan Eropa akan menggelontorkan stimulus tambahan ke dalam sistem perekonomiannya. Jika benar, hal itu akan mendongkrak tingkat permintaan minyak dunia.Asal tahu saja, pada pukul 09.39 waktu Sydney, harga kontrak minyak jenis WTI untuk pengantaran September berada di posisi US$ 90,18 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada 27 Juli lalu, harga kontrak minyak mencatatkan kenaikan sebesar 0,8% menjadi US$ 90,13 per barel, yang merupakan level tertinggi sekal 20 Juli lalu. Sepanjang bulan ini, harga minyak sudah melonjak 6,1%. "Sentimen positif akan terus mengalir ke pasar minyak pada pekan ini. Investor berspekulasi, bank sentral AS dan Eropa akan melakukan intervensi pada pasar finansial untuk mendongkrak pertumbuhan," urai Paul Gamble, chief economist Jadwa Investment Co di Riyadh. Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran September berada di posisi US$ 106,51 per barel di ICE Futures Europe exchange.Sekadar tambahan informasi saja, Dewan Pimpinan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) dijadwalkan menggelar pertemuan pada 2 Agustus mendatang di Frankfurt. Sedangkan the Federal Open Market Committee akan menggelar pertemuan dua hari yang dimulai 31 Juli besok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News