KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memperkuat strategi layanan purnajual untuk menjaga tingkat utilisasi kendaraan niaga di tengah kebutuhan operasional bisnis yang semakin menuntut efisiensi. Bagi sektor transportasi, logistik, distribusi, pertambangan hingga perkebunan, waktu kendaraan beroperasi menjadi salah satu faktor penting yang berkaitan langsung dengan produktivitas armada. Karena itu, Isuzu mengembangkan layanan purnajual yang tidak hanya berorientasi pada perbaikan kendaraan setelah terjadi gangguan, tetapi juga pencegahan kerusakan.
Baca Juga: Leapmotor Mulai Perakitan Lokal, Siapkan Kapasitas Produksi 34.000 Unit per Tahun Business Solutions Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Anjar Rosjadi mengatakan, layanan purnajual menjadi bagian dari solusi bisnis karena kondisi kendaraan berpengaruh terhadap kelancaran operasional pelanggan. "Di Isuzu, kami percaya bahwa layanan purnajual bukan sekadar memberikan servis ketika kendaraan mengalami kendala, tetapi menjadi bagian dari solusi bisnis pelanggan. Fokus kami adalah menjaga
uptime kendaraan agar operasional tetap berjalan optimal, produktivitas meningkat, dan total biaya kepemilikan kendaraan dapat ditekan," ujar Anjar di GIIAS, Sabtu (8/8/2026). Untuk mendukung strategi tersebut, Isuzu menyiapkan sejumlah layanan proaktif, mulai dari pemeriksaan kendaraan,
Isuzu Health Report, hingga dukungan mekanik di lokasi operasional pelanggan melalui
Manpower On-Site. Isuzu juga menyediakan program
Free Service hingga dua tahun serta sejumlah paket untuk pembelian Isuzu GIGA, seperti
Free Spare Part hingga Rp8 juta atau
Free Tire. Selain itu, terdapat layanan
Tire Lifetime Contract dan
Tire Pay-As-You-Go Contract yang ditujukan untuk membantu pelanggan mengelola kebutuhan operasional armada.
Baca Juga: DFSK Masuk Segmen SUV Premium, Andalkan E5 Plus PHEV di GIIAS 2026 Dari sisi suku cadang, IAMI menerapkan strategi
multi-layer parts dengan menyediakan
Isuzu Genuine Parts (IGP) serta IADG sebagai alternatif dengan harga yang lebih kompetitif. Saat ini, tersedia lebih dari 800 item IADG. Penguatan layanan juga dilakukan melalui jaringan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Isuzu saat ini memiliki 129 outlet resmi, 165 Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), 2.188 Partshop Isuzu, serta 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI). Selain jaringan fisik, Isuzu mulai memanfaatkan teknologi telematika melalui Isuzu Link. Sistem tersebut tidak hanya digunakan untuk melacak kendaraan, tetapi juga membantu pelanggan memantau produktivitas armada dan efisiensi operasional. Data kendaraan yang dikumpulkan melalui Isuzu Link dapat digunakan untuk mendukung kepatuhan terhadap jadwal perawatan. Dengan pendekatan tersebut, potensi gangguan kendaraan dapat diketahui lebih awal sehingga perawatan dapat dilakukan sebelum kerusakan mengganggu aktivitas bisnis. "Data yang dihasilkan memungkinkan Isuzu memberikan rekomendasi perawatan secara proaktif sebelum terjadi kerusakan yang berpotensi mengganggu operasional bisnis pelanggan," demikian keterangan IAMI. Penguatan layanan purnajual ini menjadi bagian dari strategi IAMI menghadapi karakteristik pasar kendaraan komersial, di mana kendaraan bukan sekadar alat transportasi, tetapi merupakan bagian dari aset produktif perusahaan.
Baca Juga: Hino Perkuat Industri Kendaraan Niaga Nasional Lewat TKDN dan Standardisasi Karoseri Dengan pendekatan tersebut, fokus layanan Isuzu bergeser dari sekadar memperbaiki kendaraan ketika mengalami kerusakan menjadi menjaga kendaraan tetap siap digunakan. Strategi ini sekaligus diarahkan untuk membantu pelanggan menekan potensi
downtime dan biaya operasional sepanjang masa penggunaan kendaraan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News