Italia Siap Aktifkan PLTU Batubara Jika Krisis Energi di Timur Tengah Meluas



KONTAN.CO.ID - ROMA. Pemerintah Italia menyatakan kesiapan untuk mengaktifkan kembali sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara apabila konflik di Timur Tengah berkembang menjadi krisis energi global.

Menteri Energi Italia, Gilberto Pichetto Fratin, dalam wawancara televisi pada Rabu (4/3/2026), mengatakan bahwa Italia masih memiliki sejumlah pembangkit listrik tenaga batubara yang disiapkan sebagai cadangan strategis.

“Kami memiliki pembangkit listrik berbasis batubara yang sebenarnya tidak ingin saya aktifkan kembali, tetapi fasilitas tersebut tersedia sebagai cadangan untuk menjaga keamanan negara kami,” ujar Pichetto Fratin.

Ketegangan Timur Tengah Guncang Pasokan Energi


Pernyataan tersebut muncul setelah pasukan Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Selasa. Aksi tersebut memicu serangan balasan Iran terhadap infrastruktur energi di beberapa negara Teluk yang dianggap sebagai sekutu Amerika Serikat.

Baca Juga: Serangan AS-Israel ke Iran Bayangi Investasi China

Kawasan Teluk berkontribusi hampir sepertiga dari total produksi minyak dunia, sehingga eskalasi konflik di wilayah ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Iran juga dilaporkan menargetkan kapal tanker di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia serta gas alam cair (LNG). Lalu lintas pelayaran di selat tersebut dilaporkan praktis terhenti selama empat hari berturut-turut setelah Iran menyerang lima kapal.

Gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan gas global serta meningkatkan tekanan terhadap negara-negara pengimpor energi, termasuk di Eropa.

Cadangan Gas Italia Relatif Aman

Meski demikian, pemerintah Italia menegaskan bahwa kondisi pasokan energi domestik masih terkendali. Italia memiliki portofolio pemasok gas yang terdiversifikasi, termasuk dari Norwegia, Aljazair, dan Azerbaijan.

Selain itu, tingkat penyimpanan gas nasional saat ini berada pada level yang relatif tinggi dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.

“Dalam hal keamanan energi, negara kami secara kuantitatif cukup aman,” kata Pichetto Fratin.

Baca Juga: Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Harga Minyak Brent dan WTI Kuartal II-2026

Ia menambahkan bahwa Italia memiliki tingkat penyimpanan gas tertinggi di Eropa dan sumber pasokan yang beragam, sehingga belum menghadapi situasi yang sangat parah terkait ketersediaan sumber daya energi, khususnya gas.

Antisipasi Krisis Energi Global

Langkah menyiapkan kembali PLTU batubara sebagai opsi darurat menunjukkan bahwa Italia berupaya mengantisipasi kemungkinan terburuk apabila konflik di Timur Tengah terus meluas dan mengganggu arus energi global.

Meskipun Uni Eropa tengah mendorong transisi energi bersih dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, kondisi geopolitik yang tidak stabil memaksa sejumlah negara mempertahankan sumber energi konvensional sebagai penyangga keamanan pasokan.

Ke depan, perkembangan konflik di Timur Tengah dan stabilitas jalur distribusi energi global akan menjadi faktor penentu bagi arah kebijakan energi Italia dan negara-negara Eropa lainnya.